
Founder Kawoong Innovation Ir Hadi Wardoyo saat bertemu langsung dengan Sekretaris Utama Pesantren Tebuireng, Ir H. Abdul Ghofar. (Istimewa)
JawaPos.com–Kawoong Innovation berbagi ilmu tentang konstruksi fondasi antisipatif gempa di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, Jawa Timur. Konstruksi bangunan yang kokoh, ekonomis dan antisipatif berbagai fenomena alam, khususnya bencana gempa, layak menjadi kriteria utama dalam prioritas pembangunan gedung bertingkat, termasuk di lingkungan pendidikan.
Hal tersebut menjadi kepedulian bersama antara Founder Kawoong Innovation Ir Hadi Wardoyo saat bertemu Sekretaris Utama Pesantren Tebuireng Ir H Abdul Ghofar.
Salah satu fondasi yang antisipatif gempa adalah Konstruksi Jaring Rusuk Beton (KJRB). Fondasi itu temuan inovator teknologi jebolan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, almarhum Ir Ryantori.
Abdul Ghoffar sebagai sesama alumni ITS juga merasa bangga dan memberi apresiasi tinggi atas pencapaian teknologi fondasi KJRB yang keandalannya fenomenal dan sangat bermanfaat bagi peradaban manusia. Badan Wakaf Pesantren Tebuireng (BWPT) telah meningkatkan pemanfaatan berbagai inovasi teknologi kekinian.
Kerja sama BWPT dengan Kawoong Innovation, organisasi nirlaba yang mewadahi para ilmuwan dan inventor itu diharapkan mulai lakukan kolaborasi untuk peningkatan manfaat teknologi konstruksi.
Dalam kesempatan terpisah, Sekretaris BWPT Imam Thoha Masyhuri menyambut realisasi kerja sama kedua lembaga tersebut. ”Kami berharap ke depan akan dapat dikembangkan berbagai kegiatan berdasar potensi masyarakat, menyongsong Indonesia Emas tahun 2045 mendatang," terang Imam Thoha, Rabu (7/8).
Hadi Wardoyo, pendiri Kawoong Innovation telah bekerja sama dengan BWPT memperkenalkan teknologi itu ke kalangan pesantren yang banyak memiliki gedung bertingkat. Harapannya dengan menggunakan fondasi tersebut keselamatan santri menjadi prioritas saat terjadi gempa bumi besar di Indonesia.
Untuk tahap awal, Pesantren Tebuireng menggunakan teknologi KJRB pada pembangunan Gedung Madrasah Muallimin Hasyim Asyari, 4 lantai dengan luas total 3.868 meter persegi yang sudah dimulai sejak akhir Juli.
”Penting untuk setiap instansi maupun lembaga dan properti memikirkan jangka panjang penggunaan fondasi antisipatif gempa ini, sebab diharapkan bisa menyelamatkan nyawa banyak orang serta berbagai aset ketika terjadi bencana gempa,” ungkap Hadi.
Menurut Hadi, KJRB bisa menjadi pilihan utama untuk bangunan bertingkat sebagai antisipasi terhadap potensi terjadinya gempa. Teknologi KJRB pertama digunakan pada pembangunan Masjid Moeldoko Jombang. Sampai Juli 2024 sudah puluhan gedung di Indonesia yang menggunakan KJRB.
”Teknologi ini dilengkapi pasak yang mampu mengantisipasi gaya guling sehingga tidak terjadi kemiringan bangunan,” lanjut Hadi yang sebelumnya pernah membantu pengembangan KSLL di seluruh Indonesia selama 20 tahun.
Ir. Puguh Iryantoro, alumnus Teknik Sipil ITB menyampaikan kekagumannya atas prestasi teknologi fondasi KSLL dan KJRB.
”Tingkat keberhasilan 100 persen di Aceh pada 2004, di Padang pada 2009 dan berbagai tempat lain adalah prestasi super hebat,” ujar Puguh yang juga dewan pengawas dan pendiri BWPT.
Ir H Abdul Ghofar, arsitek alumnus ITS Surabaya yang telah memimpin pembangunan gedung di Pondok Pesantren Tebuireng, mewakili pihak yayasan menyampaikan terima kasih atas kegiatan bagi wawasan tersebut untuk menginspirasi setiap anak bangsa agar terus berkarya.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
