
BPBD Jatim men-dropping air bersih ke sejumlah daerah yang mengalami kekeringan. (Istimewa)
JawaPos.com–Kekeringan melanda sejumlah daerah di Jatim. Itu direaksi cepat BPBD Jatim dengan melakukan dropping air bersih. Salah satunya, di Desa Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto.
Sedikitnya, 4.937 jiwa atau sekitar 1.556 KK warga Desa Kunjorowesi yang tersebar di Dusun Kandangan dan Kunjoro menerima bantuan dropping air bersih, Selasa (6/8). Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto bersama Kalaksa BPBD Kabupaten Mojokerto Yoi Afrida hadir dalam penyerahan bantuan didampingi pejabat di lingkungan BPBD Jatim dan BPBD Mojokerto, Camat Ngoro, dan Kades Kunjorowesi Susi Sudarsono.
Selain bantuan air bersih, BPBD Jatim juga menyerahkan bantuan logistik penanganan kekeringan. Yakni berupa, tandon berkapasitas 1.200 liter sebanyak 20 unit, tandon lipat 10 unit, terpal 100 lembar, dan jeriken sebanyak 200 unit.
Selain untuk masyarakat Kunjorowesi saja, bantuan juga diberikan kepada warga Desa Manduro Mangung Gajah, Kecamatan Ngoro dan Desa Duyung, Kecamatan Trawas, yang juga mengalami kekeringan.
Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto mengungkapkan, kekeringan di Desa Kunjorowesi berlangsung setiap tahun. Selama ini, BPBD Kabupaten Mojokerto telah melakukan dropping air bersih dengan anggaran yang dimiliki.
”Saat ini kami support dari anggaran yang ada di provinsi. Alhamdulillah, kami juga memberikan bantuan tandon, tandon lipat, terpal, dan jeriken,” terang Gatot Soebroto.
BPBD Jatim bersama BPBD Kabupaten Mojokerto juga terus berupaya mencari solusi penanganan kekeringan secara permanen dengan melibatkan kalangan perguruan tinggi. ”Beberapa upaya sudah pernah dilakukan, namun belum berhasil. Kita terus berikhtiyar mencari solusi lain,” terang Gatot Soebroto.
Selain di Mojokerto, BPBD Jatim saat ini juga telah memberikan bantuan dropping air bersih di sejumlah daerah. Di antaranya, di Kabupaten Bondowoso, Ngawi, dan Pasuruan.
Berdasar data BPBD Jatim, untuk tahun ini, sebanyak 27 kabupaten/kota telah mengalami kekeringan yang ditandai dengan penetapan status darurat kekeringan. Mayoritas menetapkan status Siaga Darurat Kekeringan. Sedangkan empat daerah menetapkan status Tanggap Darurat Kekeringan, yakni, Kabupaten Jombang, Blitar, Lumajang, dan Pacitan.
Kades Kunjorowesi Susi Sudarsono menyampaikan terima kasih atas bantuan BPBD Jatim dan BPBD Kabupaten Mojokerto dalam penanganan kekeringan. Dia berharap ada solusi permanen yang bisa dihadirkan pemerintah dalam menangani kekeringan.
Sementara, Robiatul Adawiyah, 27, warga RT 12 RW 2, Dusun Kandangan mengaku senang dengan bantuan air bersih itu. Sebab, jika tidak ada air bersih warga harus mengambil air di sumber air yang jaraknya 2 km atau di Sumber Tetek yang berjarak sekitar 5 km.
”Kalau nggak ada, kita tidak bisa mandi dan memasak. Akhirnya, kita harus beli yang harganya antara sepuluh ribu sampai 30 ribu rupiah,” terang Robiatul Adawiyah.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
