Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 6 Agustus 2024 | 06.39 WIB

Gubernur DI Jogjakarta Hamengku Buwono X Tetapkan Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan

Gubernur Daerah Istimewa Jogjakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X (Luqman Hakim/Antara) - Image

Gubernur Daerah Istimewa Jogjakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X (Luqman Hakim/Antara)

JawaPos.com–Gubernur Daerah Istimewa Jogjakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan sejak 1 hingga 31 Agustus menyikapi dampak kekeringan pada musim kemarau.

Hal itu disampaikan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Jogjakarta Noviar Rahmad.

”Surat Keputusan (SK) Gubernur DI Jogjakarta sudah ke luar untuk 1 sampai dengan 31 Agustus, waktunya sebulan,” kata Noviar seperti dilansir dari Antara.

Menurut Noviar, status yang ditetapkan Sultan HB X melalui Keputusan Gubernur Nomor 286/KEP/2024 tentang Penetapan Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan di DI Jogjakarta itu dapat diperpanjang manakala bencana kekeringan masih berlanjut.

”Dapat diperpanjang kalau masalah kekeringan masih tetap berlanjut,” kata Noviar Rahmad.

Noviar menuturkan, status siaga darurat bencana kekeringan ditetapkan Gubernur DI Jogjakarta mengingat tiga kabupaten yakni Kabupaten Kulon Progo, Gunungkidul, dan Sleman, telah berstatus siaga darurat hidrometeorologi.

”Provinsi bisa melakukan penetapan siaga darurat apabila lebih dari satu kabupaten sudah menetapkan. Sementara yang di kabupaten/kota ini sudah tiga,” ujar Noviar Rahmad.

Dia menjelaskan penetapan status siaga darurat tersebut bakal menjadi dasar BPBD DI Jogjakarta untuk merealisasikan rencana operasi modifikasi cuaca. Program hujan buatan itu bakal melibatkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Dengan dasar SK siaga darurat itu pula, lanjut Noviar, BPBD DI Jogjakarta dapat membantu kebutuhan dropping air bersih ke masyarakat kabupaten/kota yang membutuhkan.

”Dasarnya SK itu. Tapi anggarannya kami mintakan melalui dana siap pakai yang ada di BNPB pusat,” ujar Noviar Rahmad.

Sebelumnya, Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Jogjakarta Reni Kraningtyas menyebutkan, puncak musim kemarau 2024 di DI Jogjakarta diprediksi berlangsung antara Juli hingga Agustus. Akhir musim kemarau diprediksi pada September 2024 dasarian pertama yang dimulai Kabupaten Kulon Progo bagian utara.

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD DI Jogjakarta Edhy Hartana mengimbau masyarakat di DI Jogjakarta mulai berhemat menggunakan air sehingga tidak sekadar bergantung pada bantuan pemerintah.

”Kami mengimbau kepada warga yang khususnya terdampak kekeringan, berhematlah menggunakan air. Setelah digunakan air bisa disalurkan ke tanaman jadi jangan terbuang-buang,” terang Edhy.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore