
Pemkab Pasuruan menggelar simulasi pengelolaan limbah B3 bareng beberapa stakeholder di Pondok Pesantren Metal Pasuruan. (Dimas Nur Apriyanto/JawaPos.com)
JawaPos.com–Pengelolaan limbah B3 menjadi PR bagi tiap pelaku industri di manapun. Tak terkecuali di kawasan Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.
Potensi paparan bahan berbahaya dan beracun (B3) dan limbah bahan berbahaya dan beracun (Limbah B3) menjadi salah satu jenis bencana non alam yang perlu diwaspadai. Karena itu, Pemkab Pasuruan menggelar simulasi pengelolaan limbah B3 bareng beberapa stakeholder di Pondok Pesantren Metal Pasuruan. Antara lain DOWA Eco System Indonesia dan PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI).
Kedua perusahaan asal negeri sakura Jepang tersebut dianggap sudah berpengalaman dan konsisten dalam industri pengolahan limbah B3 di Indonesia. President Director DOWA Eco System Indonesia Takanobu Tachikawa mengatakan, akan berupaya mendukung langkah pemerintah daerah dalam menangani limbah B3. Termasuk Pemkab Pasuruan.
”Kami akan integrasi dengan pemerintah setempat. Dan, kami sudah memiliki jejaring ke seluruh daerah dari Sabang sampai Merauke,” kata Taka digelar simulasi limbah B3 Pasuruan.
Taka menyebutkan, pihaknya dan PPLI serta Pemkab Pasuruan berkolaborasi dengan mengumpulkan ribuan limbah. Lebih kurang 1.500 industri yang limbahnya telah dikelola.
Manager K3 PPLI, Agus Kartiwan menegaskan dukungannya untuk membantu pemerintah Indonesia dalam menghadapi situasi kedaruratan pencemaran limbah B3.
”Kami sering diminta bantuan pemerintah dalam menangani masalah pencemaran akibat B3 seperti tumpahan minyak di laut atau kebocoran B3 yang berpotensi mencemari lingkungan,” ungkap Agus.
PPLI sendiri merupakan perusahaan pengolah limbah industri yang sudah lebih dari 30 tahun beroperasi di Indonesia dan berpusat di Cileungsi Bogor, Jawa Barat.
Sedangkan DESI adalah perusahaan sister company dari PPLI yang beroperasi di Lamongan, Jawa Timur. Keduanya memiliki satu holding company yang sama, DOWA Ecosystem, Co Ltd yang sudah lebih dari 100 tahun fokus dalam industri pengolahan limbah B3 di Jepang.
Sementara itu, Kepala DLH Kabupaten Pasuruan Taufiqul Ghony mengungkapkan, Kabupaten Pasuruan saat ini memiliki kurang lebih 1.464 industri baik skala besar maupun kecil.
”Tentu hal ini memiliki potensi terjadinya kedaruratan yang tinggi,” ujar Taufiqul Ghony.
Pj Bupati Pasuruan Andriyanto meminta kepada dinas terkait untuk membuat aplikasi khusus yang ditujukan dalam hal pengelolaan limbah B3 di Pasuruan. Pasuruan masuk 10 besar kota/kabupaten yang menggelar simulasi pengelolaan limbah.
”Terima kasih kepada KH Nurkholis Ketua Ponpes Metal yang sudah menyediakan tempat dan para pihak terkait baik kepolisian hingga TNI,” terang Andriyanto.
Pengelolaan limbah B3, lanjut Andriyanto, perlu mendapatkan atensi khusus. Dia menyampaikan, jangan sampai bencana limbah B3 bisa merusak generasi di masa depan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu
Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg: Duel Ketat, Tuan Rumah Diunggulkan
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Kuwait vs Irak di Arabian Gulf Cup: Laga Sengit Rawan Berakhir Imbang
Prediksi Skor Makedonia Utara vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Pesta Gol di Kandang Lawan
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Slovenia vs Skotlandia: Sesko Absen, Era Baru Pocognoli Dimulai di Ljubljana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022