
Talkshow
JawaPos.com - Anggota Komisi XI DPR RI, Marinus Gea mendorong pemekaran di Kepulauan Nias, Sumatera Utara menjadi sebuah Provinsi. Hal ini untuk mendongkrak perekonomian lewat potensi wisata yang ada.
"Ya saat ini (era Joko Widodo) memang kondisi pemekaran itu sedang moratorium ya, selama pemerintahan pak Jokowi memang sudah ditetapkan moratorium untuk pemekaran, kecuali Papua karena itu merupakan daerah otonomi khusus," kata Marinus kepada wartawan usai acara Talkshow "Menakar Peluang Kepulauan Nias Menjadi Provinsi Baru Melalui Sektor Pariwisata" di Jakarta, Sabtu (20/7).
Dikatakan Marinus, Kepulauan Nias sejatinya perlu dilakukan pemekaran hingga menjadi suatu pemerintahan, yakni sebuah Provinsi. Ia menilai Kepulauan Nias pantas mendapatkan itu karena potensi-potensi yang ada.
Salah satu yang menjadi perhatian yakni potensi pariwisata yang dapat mendongkrak perekonomian. Namun sayangnya, pembangunan tersebut terkendala anggaran yang terlalu kecil.
"Kalau kita bicara soal bagaimana kita memulai pembangunan itu dengan keterbatasan anggaran yang ada di Kepulauan Nias hari ini karena hanya terdiri dari 4 Kabupaten/Kota dan APBD nya juga terbatas, terukur sangat kecil," tukasnya.
Karena itu, Marinus mengatakan, Masyarakat Kepulauan Nias sejauh ini bersama-sama mengembangkan potensi wisata di wilayah.
"Satu-satunya cara memang harus ada intervensi, intervensi baik itu melalui Pemerintah Pusat dan intervensi bagaimana Kepulauan Nias mengelola anggarannya sendiri, melalui apa keberadaannya sebagai Pemerintahan di level Provinsi," paparnya.
"Itu satu-satunya cara, kalau tidak ya tidak bisa, ya kan, kan seperti ayam dan telur mana yang harus dimulai, masyarakatnya melakukan pembangunan itu sendiri tanpa intervensi, kemampuan terbatas, trigernya gak ada, fasilitatornya gak ada," sambung Marinus.
Ditambahkan Marinus, bahwa pihaknya telah melaunching Kepulauan Nias menjadi salah satu wilayah Pariwisata sejak tahun 2016. Bahkan ia mengklaim jika jumlah wisatawan terus bertambah hingga sekarang.
"Sampai hari ini terus berkembang ya, wisatawan banyak hadir kemudian tempat-tempat wisata berkembang di bangun walauapun memang sangat terbatas ya karena keterbatasan dari berbagai aspek," ucapnya.
Selain potensi wisata, lanjut Marinus di Kepulauan Nias juga dapat dikembangkan potensi lain yang menjadi modal untuk mendongkrak perekononian. Misalnya saja potensi laut dan juga perkebunan.
Tak hanya mengandalkan kekayaan alam, Kepulauan Nias juga masih memiliki budaya sejarah yang cukup menarik untuk dipelajari. Itu dimanfaatkan oleh warga sekitar menjadi potensi wisata bagi turis lokal atau mancanegara.
"Dan sejarah hadirnya pulau nias masih ada situs-situs yang bisa dipelajari disana, batu-batu Megalitik, itu banyak sekali rahasia yang tersimpan dan dijadikan sebagai bagian dari pariwisata," pungkas Marinus.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
