Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 11 Juli 2024 | 03.09 WIB

Pertama di Indonesia, Jatim Launching Population Clock pada Peringatan Hari Keluarga Nasional

BKKBN Provinsi Jawa Timur luncurkan Population Clock di Jatim Expo, Surabaya, Jawa Timur.  (Istimewa) - Image

BKKBN Provinsi Jawa Timur luncurkan Population Clock di Jatim Expo, Surabaya, Jawa Timur. (Istimewa)

JawaPos.com–Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur menggelar peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-31 Tahun 2024 Tingkat Provinsi, Rabu (10/7). Sekaligus meluncurkan Population Clock di Jatim Expo, Surabaya, Jawa Timur. 

Hadir dalam acara tersebut Pj Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono,  Sekretaris Utama BKKBN Tavip Agus Rayanto, Kepala Perwakilan BKKBN Jatim Maria Ernawati,  Kepala BKKBN RI dokter Hasto. Mereka bersama-sama meresmikan Population Clock yang menyajikan data real time demografi di Jawa Timur.

Population Clock baru tingkat nasional yang sudah menggunakannya. Jatim merupakan provinsi pertama di Indonesia yang menerapkan Population Clock," ungkap Kepala BKKBN dokter Hasto dalam keterangan tertulis kepada JawaPos.com, Rabu (10/7).

Dokter Hasto menambahkan, melalui Population Clock bisa diketahui jumlah penduduk Provinsi Jatim sebanyak 41.820 873 jiwa dengan jumlah kelahiran sebanyak 602.283 jiwa dan jumlah kematian 313.670 jiwa.

Population clock ini update data tiap detik (real time). Jadi, Provinsi Jawa Timur sangat luar biasa. Population Clock ini memang sangat dibutuhkan,” imbuh dokter Hasto, pria yang merupakan dokter spesialis kandungan itu.

Sebelumnya, Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono mengatakan, pada peringatan Harganas tingkat provinsi tahun ini, Kota Surabaya menjadi tempat penyelenggaraan. Sebab, berbagai capaian baik berhasil ditorehkan kota tersebut.

Salah satu capaian yang dinilai berhasil itu adalah percepatan penurunan stunting. Tercatat, prevalensi stunting di Kota Surabaya mengalami penurunan signifikan dari 28,9 persen (SSGI 2021) menjadi 4,8 persen (SSGI 2022), dan 1,6 persen (SKI 2023). Angka prevalensi itu berada jauh di bawah target nasional 2024, sebesar 14 persen.

Jawa Timur akan terus berupaya untuk menurunkan prevalensi stunting. Meskipun dari hasil SKI Tahun 2023 angka prevalensi stunting di Jawa Timur mencapai 17,7 atau turun 1,5, kami berharap 2024 bisa mencapai target 14 persen,” kata Adhy.

Adhy menambahkan, capaian itu tidak terlepas dari kerja keras para pemangku kepentingan dan dukungan kebijakan yang sama-sama fokus pada penurunan angka stunting di Jawa Timur. Namun, ada beberapa hal yang patut diperhatikan dan dijaga bersama. Penurunan tersebut masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Sebab, ada beberapa kabupaten/kota yang angka stunting cenderung naik.

”Capaian nasional juga kita harapkan dapat turun signifikan di akhir 2024, dengan Jawa Timur sebagai salah satu provinsi penyangga nasional,” ujar Adhy.

Pada peringatan Hari Keluarga Nasional tingkat provinsi, Andhy mengajak semua pihak untuk bekerja sesuai peran dan fungsi masing-masing. Hal itu agar amanat dan mandat presiden perihal penurunan prevalensi stunting dapat diwujudkan.

”Saya mengingatkan kepada para Pj bupati/wali kota harus memperhatikan stunting dan pernikahan anak. Karena tiap tiga bulan para Pj akan selalu ditanya Wakil Presiden tentang banyak hal. Namun stunting dan pernikahan anak tidak pernah absen dan akan selalu ditanyakan,” ucap Adhy.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jatim Maria Ernawati menjelaskan, peringatan Hari Keluarga Nasional ke-31 yang mengusung tema Keluarga Berkualitas menuju Indonesia Emas merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam merevitalisasi peran keluarga dalam mengatasi persoalan-persoalan yang menghambat pencapaian cita-cita pembangunan.

”Konsep peringatan Harganas Tingkat Provinsi Jawa Timur kali ini adalah temu kader dan tenaga lini lapangan sebagai wadah untuk  meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya sosok keluarga bagi pembangunan bangsa dan negara,” jelas Maria Ernawati.

Erna menambahkan tujuan umum peringatan Harganas adalah  sebagai upaya membangun keluarga menuju Indonesia Emas 2045. Sedangkan tujuan khusus adalah untuk memberikan penghargaan kepada semua pihak yang telah berperan aktif dalam program pembangunan keluarga, kependudukan, keluarga berencana (Bangga Kencana) di Provinsi Jawa Timur.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore