Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 19 Juni 2024 | 15.34 WIB

Warganet Ramai-Ramai Ganti Nama di Desa Sukolilo Pati Jadi Kampung Maling, Bupati Sebut Ini Bukan Kampung Bandit

Warga Sukolilo, Pati saat terekam membantai tiga pengusaha rental mobil yang tak bersalah. - Image

Warga Sukolilo, Pati saat terekam membantai tiga pengusaha rental mobil yang tak bersalah.

JawaPos.com–Desa Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, sedang menjadi sorotan. Itu setelah kejadian seorang pemilik rental mobil yang dikeroyok warga pada Kamis (6/6).

Diketahui ternyata daerah tersebut banyak dihindari pemilik rental dan pihak leasing. Saat netizen melihat lokasi melalui google maps banyak kendaraan tidak ada identitas motor seperti pelat. Sekitar 33 motor dan 6 mobil diamankan polisi saat melakukan sweeping di daerah tersebut.

Setelah melihat kejadian tersebut netizen pun geram atas kampung tersebut yang dianggap penadah barang ilegal seperti motor curian. Akibatnya warganet beramai-ramai mengganti nama di Maps menjadi Kecamatan Sukomaling Mobil, sarang bandit, Desa Iblis.

Hingga saat ini, jika dicari di maps, Desa Sukolilo akan banyak tempat yang diganti menjadi sindiran dari warganet. Banyak netizen yang geram atas sumber daya manusia di desa tersebut yang dianggap sangat rendah.

Pj Bupati Pati Henggar Budi Anggoro pun angkat bicara atas julukan yang diberikan untuk Desa Sukolilo.

”Sarang bandit tentu kondisi ini kami ikut prihatin, tetapi tidak demikian kondisi yang sebenarnya kondisi semuanya baik-baik saja,” ujar Henggar Budi Anggoro.

”Saat ini seluruh elemen masyarakat entah tokoh agama, tokoh masyarakat, di Kabupaten Pati, kita selalu memberikan komunikasi dan berkoordinasi agar bisa memberikan pemahaman-pemahaman kepada masyarakat, sehingga jangan sampai masalah seperti itu terjadi kembali,” tambah dia.

Dari kejadian tersebut banyak komentar yang menceritakan kejadian serupa dialami jika merentalkan kendaraan ke orang Pati. Hal itu membuat banyak orang berharap mem-blacklist orang Pati di dunia kerja maupun di kehidupan sosial misalnya transaksi rental.

Henggar menyebutkan, wilayah Sukolilo perbukitan sehingga banyak warga asli yang merantau. Selama ini, tidak pernah adalah masalah.

Warganet yang memberikan komentar atas pernyataan tersebut.

”Pj Bupati pembela maling, tuh buktinya ada razia di Sukolilo dan berhasil mendapatkan motor dan mobil yang surat-suratnya tidak lengkap,” tutur @/aafhit1.

”Dari kemarin Pj bupati dan camat Pati sibuk klarifikasi dan bilang di wilayahnya tidak ada warganya yang menjadi penadah mobil bodong dan ternyata Polda Jateng melakukan razia menemukan puluhan motor dan enam mobil di wilayah itu, ayo klarifikasi pak,” tulis @/yos_tri.

”Sangat disayangkan pak rekan kami meninggal dengan mengenaskan di sana semoga kejadian ini yang terakhir ya pak,” komentar @/funoutdoorr.

Hal itu pun dibalas Pj Bupati. ”Nderek belasungkawa, atas nama pemerintah daerah kami mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian yang di luar kendali kami, nuwuni,” tulis Pj bupati.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore