
Forum sosialisasi pengelolaan keuangan berbasis digital.
JawaPos.com–Pemerintah sedang menilai evaluasi tim percepatan perluasan digitalisasi daerah (TP2DD). Langkah tersebut untuk menentukan provinsi atau pun daerah yang memiliki kecapakan dalam mengimplementasikan pengelolaan keuangan berbasis digital.
Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jawa Timur ingin memanfaatkan peluang tersebut. Kepala BPKAD Jawa Timur Aris Mukiyono mengatakan, pemerintah pusat mendorong penerapan sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE). Salah satu aspek pada SPBE adalah elektronifikasi transaksi pemerintah daerah (ETPD).
”Optimalisasi mewujudkan ETPD membutuhkan peran TP2DD,’’ ungkap Aris Mukiyono.
Dia menjelaskan, setiap daerah sedang berlomba melakukan percepatan dan perluasan digitalisasi daerah. BPKAD mengajak semua elemen untuk melakukan hal yang sama. Percepatan perluasan digitaliasi daerah membutuhkan berbagai data.
”Kami ingin menyelaraskan data apa saja yang dibutuhkan, dan harus segera dipenuhi,’’ kata Aris Mukiyono.
Aris menambahkan, motivasi utama BPKAD Jawa Timur adalah mewujudkan ETPD yang baik. Sebab, perekonomian Jawa Timur merupakan skala terbesar setelah nasional. Penerapan ETPD yang akurat, transparan, dan akuntabel, akan mendukung realisasi pengelolaan keuangan secara nasional.
Asisten Direktur BI Regional Jawa Timur Siti Senorita Printaningrum mengatakan, pemerintah provinsi mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada 2023, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menempati 6 besar provinsi dengan penerapan TP2DD terbaik.
”Harapannya, tahun ini lebih baik dari sebelumnya,’’ tutur Siti Senorita Printaningrum.
TP2DD menjadi semangat besar yang digalakkan pemerintah. Karena itu, dia mengimbau OPD di provinsi maupun daerah bersikap aktif. Rangkaian kinerja TP2DD harus terangkum dengan baik. Pencapaian harus sesuai target agar program digitalisasi lebih optimal.
Mahfud Hidayat dari Bank Jatim menambahkan, berbagai program transaksi berbasis digital baik transaksi yang menyangkut pendapatan maupun belanja daerah. ”Sistem itu sudah tersedia, tinggal mengimplementasikan saja,’’ ucap Mahfud Hidayat.
Dia juga mengajak OPD provinsi maupun daerah, serta masyarakat pro aktif. Sistem pengelolaan keuangan berbasis digital sudah disiapkan. Harapannya, sistem tersebut digunakan secara optimal. Dengan begitu, penerapan ETPD di Jawa Timur bisa maksimal.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
