Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 20 April 2024 | 18.22 WIB

Longsor dan Lahar Dingin Gunung Semeru, 3 Orang Meninggal, 17 Jembatan Rusak

Jembatan Kloposawit di Desa Kloposawit, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang yang putus akibat banjir lahar dingin Gunung Semeru pada Kamis (18/4/2024) malam. ANTARA/HO-Pemdes Kloposawit - Image

Jembatan Kloposawit di Desa Kloposawit, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang yang putus akibat banjir lahar dingin Gunung Semeru pada Kamis (18/4/2024) malam. ANTARA/HO-Pemdes Kloposawit

JawaPos.com - Banjir lahar dingin dan longsor yang terjadi di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Kamis (18/4) pukul 19.30 WIB menelan korban jiwa. Sejauh ini, tiga orang dinyatakan meninggal dunia sebagaimana dilaporkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang sampai drngan Jumat (19/4) pukul 18.00 WIB.

Satu orang yang meninggal dunia ditemukan tertimbun material longsor di Kecamatan Pronojiwo. Adapun dua orang lainnya dinyatakan meninggal dunia setelah terbawa arus lahar dingin di Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Lahar dingin dan longsor ini terjadi akibat intensitas hujan yang tinggi di wilayah Gunung Semeru dan mengakibatkan meluapnya debit air daerah aliran sungai (DAS) Regoyo, DAS Mujur, dan DAS Glidik.

Selain menelan korban jiwa, tercatat empat rumah, satu unit sepeda motor, 24 unit DAM irigasi, dan 17 jembatan mengalami kerusakan berat. Bahkan delapan jembatan diantaranya dinyatakan putus total akibat luapan lahar dingin yang meluap dari daerah aliran sungai regoyo, DAS Mujur, dan DAS Glidik.

Banjir lahar dingin yang terjadi akibat meluapnya tiga daerah aliran sungai tersebut berdampak pada sembilan Kecamatan. Yaitu Kecamatan Pronojiwo, Kecamatan Candipuro, Kecamatan Pasirian, Kecamatan Lumajang, Kecamatan Sukodono, Kecamatan Sumbersuko, Kecamatan Pasrujambe, Kecamatan Padang, dan Kecamatan Tempeh.

Peristiwa ini mengakibatkan putusnya akses jalan Nasional Lumajang – Malang via Piket Nol Pronojiwo yang hingga saat ini masih ditutup dan sedang dalam penanganan PT. Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN Jawa -Bali).

"Pos Pantau Gunung Api Semeru pada pukul 18.30 WIB mencapai amak 40mm overscale," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangannya.

Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau kepada masyarakat yang berada di sekitar DAS untuk lebih berhati hati dan meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, visual gunung berkabut dan hujan di daerah puncak serta adanya potensi awan panas yang memungkinkan terjadi.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Lumajang dan tim gabungan masih melakukan asesmen dan melakukan pembersihan material lahar dingin yang melanda sejumlah kecamatan.

Selain itu, tim juga melakukan memonitoring atas dampak lahar dingin kepada pengurus wilayah Kecamatan hingga aparat kelurahan atau desa. Serta mewasoadai dampak lanjutan yang masih berpotensi terjadi mengingat hujan lebat kemungkinan masih akan terjadi di wilayah Gunung Semeru Kabupaten Lumajang.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore