Logo JawaPos
Author avatar - Image
18 April 2024, 19.25 WIB

Angka Kecelakaan Lalu Lintas Selama Mudik dan Balik Lebaran di Jatim Turun, Polda Klaim Operasi Ketupat Semeru 2024 Berhasil

Arus lalu lintas kendaraan mudik yang melintasi Tol Ngawi terpantau ramai lancar pada hari Jumat (5/4) lalu./Radar Madiun via Jawa Pos - Image

Arus lalu lintas kendaraan mudik yang melintasi Tol Ngawi terpantau ramai lancar pada hari Jumat (5/4) lalu./Radar Madiun via Jawa Pos

JawaPos.com - Polda Jawa Timur mencatat terjadi penurunan jumlah angka kecelakaan lalu lintas selama Operasi Ketupat Semeru 2024 yang digelar sejak 4-16 April.

Meskipun tidak bisa memenuhi target nol kecelakaan yang dicanangkan sebelum Operasi Ketupat Semeru berlangsung, namun jumlah angka kecelakaan pada libur lebaran tahun ini turun secara signifikan dibandingkan tahun 2023.

"Pada Operasi Ketupat Semeru 2024 telah terjadi 604 kasus laka lantas. Angka tersebut turun 43 persen dibanding operasi yang sama tahun lalu yang mencapai 1.055 kasus," kata Kapolda Jatim Irjen Pol. Imam Sugianto di Surabaya, Rabu (17/4) seperti dikutip dari Antara.

Kapolda menambahkan, dari jumlah tersebut, 24 orang diantaranya merupakan korban meninggal dunia, atau turun dari tahun sebelumnya yang mencapai 162 korban.

Namun, jumlah korban luka berat pada tahun ini bertambah menjadi 39 orang, dari tahun sebelumnya sebanyak 12 orang korban.

"Secara umum Operasi Ketupat Semeru 2024 berjalan sangat kondusif dan bisa kami kategorikan berhasil karena berlangsung tertib dan lancar,” kata Kapolda.

Sementara itu, Dirlantas Polda Jatim Kombes Pol. Komarudin mengungkapkan salah satu insiden kecelakaan paling menonjol adalah laka lantas di Kabupaten Ngawi pada Minggu (7/4) lalu.

Dua pemudik tewas karena motor yang mereka kendarai tertabrak bus. Lokasi kecelakaan berada di Jalan Raya Ngawi-Mantingan KM 07 - 08 dari Ngawi, masuk Desa Ngale, Paron.

"Tingkat fatalitas kecelakaan salah satunya ada di wilayah Ngawi. KM 572 Tol Ngawi merupakan titik lelah," imbuh Komarudin.

Ia juga mengatakan ada sejumlah strategi dari Polda Jatim untuk menekan angka kecelakaan, antara lain menerapkan pola preemtif dengan mengajak masyarakat pengguna jalan berperan serta tertib berlalu lintas.

Selain pola preemtif, penerapan pola preventif juga turut membantu mengurangi jumlah kecelakaan selama arus mudik dan balik lebaran tahun ini.

Pola preventif tersebut juga melibatkan berbagai pihak antara lain dinas perhubungan, organisasi kepemudaan, pramuka, termasuk masyarakat sekitar yang bergabung di pos pelayanan dan pos terpadu.

"Kami tidak segan untuk melakukan tindakan tegas kepada siapa saja pelaku perjalanan yang memang membahayakan,” ujarnya.

Langkah lainnya yang ditempuh ialah melakukan tes urin bagi seluruh pengendara bus dan ramp check. Apalagi beberapa waktu lalu seorang sopir bus asal Tulungagung diduga mengkonsumsi narkoba.

"Hasilnya masih terus dilakukan pendalaman. Kami temukan di tas ada sisa pakai sabu. Kami juga lakukan penggeledahan di bus dan ditemukan ganja,” ujarnya.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore