Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 6 April 2024 | 00.03 WIB

Akibat Bermain Petasan, Tangan Kiri Pemuda di Desa Slempit Kedamean Kabupaten Gresik Alami Luka Serius

Telah terjadi kejadian apes pada seorang remaja yang sedang bermain petasan. (Instagram Gresik Raya) - Image

Telah terjadi kejadian apes pada seorang remaja yang sedang bermain petasan. (Instagram Gresik Raya)

JawaPos.com - Petasan atau peledak kecil berasal dari negara Tiongkok. Sekitar abad ke-9, seorang juru masak (koki) secara tak sengaja mencampur tiga bahan bubuk hitam (black powder) yakni garam peter atau kalium nitrat, belerang (sulfur), dan arang dari kayu (charcoal) yang berasal dari dapurnya. Ternyata campuran ketiga bahan itu mudah terbakar.

Jika ketiga bahan tersebut dimasukan ke dalam sepotong bambu yang ada sumbunya lalu dibakar, bambu tersebut akan meletus dan mengeluarkan suara ledakan keras yang dipercaya dapat mengusir roh jahat.

Dalam perkembangannya, petasan jenis ini dipercaya dipakai juga dalam perayaan pernikahan, kemenangan perang, peristiwa gerhana bulan, dan upacara-upacara keagamaan.

Pada zaman Dinasti Song, sebuah pabrik petasan didirikan. Kemudian menjadi dasar dari pembuatan kembang api karena lebih menitikberatkan pada warna-warni dan bentuk pijar-pijar api di angkasa hingga akhirnya dibedakan. Tradisi petasan lalu menyebar ke seluruh pelosok dunia.

Di Nusantara, tradisi petasan dibawa sendiri oleh orang-orang Tiongkok. Seorang pengamat sejarah Betawi, Alwi Shahab meyakini bahwa tradisi pernikahan orang Betawi yang menggunakan petasan untuk memeriahkan suasana dengan meniru orang Tionghoa yang bermukim di sekitar mereka.

Selain berguna untuk tradisi pernikahan, petasan menjadi salah satu hal yang biasa ditemui, terutama pada saat bulan Suci Ramadhan seperti saat ini. Akan tetapi yang menggunakan kebanyakan seorang remaja maupun bocah-bocah untuk bermain.

Hal itu memiliki dampak negatif  bagi seorang remaja berumur 17 tahun yang bermain petasan di Desa Slempit, Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik pada pukul 20.00 WIB.

Seorang remaja tersebut berinisial "TBF" mengalami luka serius di bagian tangan kiri, hingga wajahnya juga bercucuran darah, akibat bermain petasan. Remaja tersebut tampak lemas di tepi jalan usai kejadian.

Kejadian kecelakaan apes tersebut korban yang mengalami luka serius itu pun direkam video oleh warga sekitar. Dari video berdurasi 30 detik itu tampak tangan kiri korban terluka cukup parah.

“Ya Allah, Ya Allaah..,” ucap perekam video seorang perempuan dengan menangis, Jum’at (5/4/2024).

Peristiwa kejadian apes tersebut terjadi pada hari Kamis, 04 April 2024 malam hari setelah Sholat Terawih.

Sewaktu bermain petasan di tepi jalan, tiba-tiba petasan yang dipegang remaja tersebut meletus.

Sehingga korban mengalami luka serius di bagian tangan kirinya. Korban bahkan harus mendapatkan perawatan medis akibat kejadian tersebut.

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Kedamean Iptu Suhari membenarkan kejadian tersebut. Korban mengalami luka serius di tangan kirinya.

“Korban mengalami luka akibat ledakan mercon atau petasan. Korban masih dirawat di RS,” ungkap Iptu Suhari.

Editor: Nicolaus Ade
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore