Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 3 April 2024 | 18.03 WIB

Polda Sulsel Selidiki Praktik TPPO Mahasiswa Berkedok Ferienjob

Kapolda Sulsel Irjen Pol Andi Rian R. Djajadi. - Image

Kapolda Sulsel Irjen Pol Andi Rian R. Djajadi.

JawaPos.com–Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan menyelidiki kasus dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dengan berkedok program Ferienjob ke Jerman.

”Kepada jajaran Ditreskrimum dan Polrestabes saya perintahkan lakukan penyelidikan. Kalau memang ketemu buktinya, kita akan proses lanjut,” ujar Kapolda Sulsel Irjen Pol Andi Rian R. Djajadi seperti dilansir dari Antara di Makassar.

Polda telah membentuk tim untuk menyelidiki kasus dugaan TPPO tersebut melalui program Ferienjob ke Jerman. Sebab, ada dugaan beberapa perguruan tinggi di Sulsel mahasiswa ikut dalam program tersebut.

Selain itu, mantan Kapolda Kalimantan Tengah itu telah mendapatkan informasi dari Bareskrim Polri ada beberapa kampus di Sulsel terlibat dalam kerja sama program Ferienjob tersebut.

”Saya dapat informasi dari Bareskrim, sebenarnya di sana sudah ditangani. Justru kita mendeteksi dan tetap melakukan penyelidikan. Kalau data dari Mabes sudah ada. Tetapi, tentu Polda Sulsel tidak bisa tanpa bukti materiil, ataupun data yang valid,” tutur Andi Rian.

Kapolda menyebut kasus itu bukan kasus baru dengan kedok magang paro waktu bagi mahasiswa di tingkat perguruan tinggi. Tapi ada pula di tingkat sekolah menengah kejuruan atau SMK.

”Jadi, kasus ini sebenarnya bukan kasus baru. Dulu, kita pernah tangani kasus seperti ini saat tugas di Bareskrim,” papar Andi Rian, mantan Dirtipidum Bareskrim Polri itu.

Dari data Kementerian Pendidikan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) tercatat ada 41 perguruan tinggi di Indonesia pernah mengikuti program Frienjob ke Jerman. Di Kota Makassar ada tujuh perguruan tinggi.

Sementara itu, Direktur Ditreskrimum Polda Sulsel Kombespol Jamaluddin Farti mengatakan, telah melakukan klarifikasi kepada dua kampus dan beberapa mahasiswa sebagai bagian dari penyelidikan.

”Kami sudah klarifikasi beberapa kampus dan mahasiswa, mereka sudah dipulangkan. Sementara ini baru dua kampus kita klarifikasi. Terpenting, sudah ada diklarifikasi,” kata Jamaluddin.

Saat ditanyakan sudah berapa mahasiswa yang diperiksa dalam hal klarifikasi tersebut, dia menyatakan, sejauh ini belum bisa disebutkan karena masih dalam proses penyelidikan dan pengembangan kasus.

”Nantilah itu (jumlah mahasiswa diperiksa). Terpenting sudah ada beberapa yang kita klarifikasi. Ini sementara berjalan dulu. Ini kan kita melihat data di Bareskrim. Bareskrim yang ungkap dan ada di Sulsel, kita tentu proaktif,” terang Jamaluddin Farti.

Kendati demikian dari penyelidikan pada program Ferienjob atau magang ke Jerman tersebut, bukan merupakan program resmi Kemendikbudristek setelah dilaksanakan pendalaman.

”Itu kan bukan program resmi Dikti. Begini, karena kampus kalau saya baca ada mahasiswa berangkat, tapi tanpa sepengetahuan kampus. Itu kan yang tahu mereka, yang mandiri. Tapi, kami sendiri sementara baru dua kampus yang kita klarifikasi,” tambah Jamaluddin Farti.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore