
Gubernur Sumbar, Mahyeldi bersama jajaran dan Balai Jalan meninjau kerusakan jalan nasional di Aie Dingin, Kabupaten Solok. (ANTARA/HO-Biro Adpim Sumbar)
JawaPos.com – Setelah menuai keresahan warga, Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi akhirnya meninjau kondisi Jalan Nasional penghubung Padang dengan Solok Selatan di kawasan Aie Dingin, Alahan Panjang, Kabupaten Solok yang rusak parah, pada Selasa (19/3).
"Kondisi jalan ini rusak parah diduga akibat aktivitas penambangan galian C. Kita langsung cek ke lapangan. Ada satu tambang yang yang kita temukan tidak berizin, langsung kita hentikan operasionalnya," katanya, seperti yang dikutip dari Antara, Rabu (20/3).
Dia menyebut, pihaknya akan mengevaluasi perizinan sejumlah perusahaan tambang lain yang diduga turut andil terhadap kerusakan ruas jalan sepanjang kurang lebih 20 kilometer tersebut.
"Masyarakat sudah resah dengan kondisi jalan ini. Menteri PUPR juga mengeluhkan kondisi jalan ini. Kita juga berulang kali lewat di jalan ini, dan pada hari ini melihat langsung fakta-fakta kerusakan dan penyebab kerusakannya. Maka, ini tidak bisa lagi kita biarkan," ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur beserta jajaran OPD terkait melakukan peninjauan setidaknya di lima titik kerusakan terparah bersama dengan Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN), Thabrani.
Akhirnya, mereka pun menemukan fakta-fakta bahwa kerusakan jalan serta kerusakan bangunan rumah warga di daerah tersebut disebabkan oleh aktivitas tambang sekitar.
"Sebelumnya, kami sudah perintahkan jajaran di provinsi, mulai dari Dinas ESDM, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan Dinas BMCKTR, untuk melihat dari dekat dan mendeteksi akar persoalan kerusakan menahun jalan nasional ini. Sebagian dari tugas di dinas tersebut sudah selesai, meski ada beberapa persoalan yang masih butuh penjelasan dan jawaban," ucapnya.
Berdasarkan peninjauan pada lima titik tersebut, Mahyeldi mengungkapkan, terlihat dengan sangat jelas bahwa aktivitas tambang di sisi timur jalan telah menyebabkan luncuran air galian tambang yang tidak terkendali hingga secara perlahan menyebabkan longsoran dan jalan terban di sisi barat.
"Oleh karena itu, aliran air galian itu harus distop. Entah itu dengan membuat saluran yang benar, atau tambang itu sendiri yang kita evaluasi," katanya.
Melihat fenomena itu, Mahyeldi pun menegaskan, tindakan tegas harus segera ia lakukan dalam menghadapi persoalan ini. Jika tidak, ruas jalan nasional itu diprediksi tak akan bisa diselamatkan.
Hal itu tentu bakal berdampak negatif khususnya bagi ratusan ribu warga yang sangat membutuhkan ruas jalan tersebut sebagai satu-satunya akses menuju Solok Selatan.
"Kita di provinsi berharap, setelah teratasi segala persoalannya, maka Balai Jalan bisa segera melakukan perbaikan terhadap kualitas jalan ini. Sebab ini sangat penting bagi masyarakat," katanya.
Di lain sisi, Kepala BPJN Sumbar, Thabrani menyebutkan ruas jalan nasional di Aie Dingin sepanjang 20 kilometer juga memang kawasan yang sangat rawan longsor.
Sebab, di sekitar ruas jalan terdapat aktivitas tambang yang belum tertata dengan benar. Sehingga menyebabkan adanya tumpukan saluran air atau aliran air yang menyeberangi badan jalan. Alhasil, menyebabkan terjadinya longsor atau jalan terban di sisi barat.
"Curah hujan tinggi pada 7 Maret 2024 menyebabkan 10 titik longsor di ruas jalan ini. Kita sudah bersihkan enam titik, sedangkan empat titik lagi butuh penanganan khusus dan segera. Kalau tidak, maka jalan ini akan cepat putus," katanya.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
