
Menkop UKM Teten Masduki hadiri acara dialog interaktif bertajuk Penumbuhan Wirausaha Inovatif dan Berkelanjutan di Lampung, Selasa (5/3).
JawaPos.com–Semakin banyaknya start up teknologi diharapkan Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) kian mendorong agregasi usaha mikro ke skala ekonomi yang lebih tinggi. Sebab, melalui agregator teknologi, UMKM dimudahkan dalam mengakses segala fasilitas mulai dari akses pembiayaan, pendampingan, hingga pemasaran.
”Di dalam struktur ekonomi Indonesia yang didominasi usaha mikro, penting ada agregator guna mengonsolidasi wirausaha agar mereka berkembang. Selain mendorong UMKM naik kelas melalui bantuan agregator, penting juga melahirkan entrepreneur baru dari kalangan anak muda yang menguasai teknologi,” kata Menkop UKM Teten Masduki dalam acara dialog interaktif bertajuk Penumbuhan Wirausaha Inovatif dan Berkelanjutan di Lampung, Selasa (5/3).
Meskipun UMKM di Indonesia menjadi tulang punggung ekonomi nasional, menurut Menteri Teten, sebagian besar belum terhubung dengan industri. Untuk itu, Kementerian Koperasi dan UKM berupaya untuk menghubungkan usaha mikro ke dalam rantai pasok industri.
”Di Indonesia, banyak UMKM yang bersifat mandiri. Mereka produksi sendiri, beli bahan baku sendiri, memasarkan sendiri. Hal itu yang membuat UMKM kita sulit mengakses bahan baku, pembiayaan, maupun produksi yang lebih luas. Sehingga tidak terjadi transfer pengetahuan yang membuat UMKM tidak produktif. Oleh karena itu, UMKM harus menjadi bagian dari industrialisasi,” kat Teten.
Menkop UKM mengapresiasi ketika semakin banyak anak-anak muda menciptakan ekonomi baru yang terus didukung dengan riset melalui kerja sama pemerintah daerah hingga universitas. ”Harapannya, riset akan melahirkan ekonomi dan entrepreneur baru,” tutur Teten.
Sementara itu, Deputi Bidang Kewirausahaan Kemenkop UKM Siti Azizah mengatakan, workshop terpadu itu yang pertama kali di Lampung. Lampung memiliki potensi wirausaha dan start up yang besar. Banyak perguruan tinggi yang berkontribusi dalam pengembangan inovasi dan teknologi yang diharapkan mampu melahirkan wirausaha tangguh dan inovatif.
”Komitmen Pemerintah Provinsi Lampung menumbuhkembangkan wirausaha dan memperkuat ekosistem melalui implementasi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 2 Tahun 2002 tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional. Kemenkop UKM menghadirkan program berkesinambungan, mendukung pertumbuhan dan perkembangan wirausaha Indonesia,” terang Siti Azizah.
Tak hanya itu, kata Siti Azizah, workshop terpadu juga untuk menyampaikan informasi terkini dan wawasan bagi peserta terkait program terpadu Kementerian Koperasi dan UKM dalam penumbuhan wirausaha inovatif. Baik melalui pemetaan potensi wirausaha, konsultasi bisnis dan pendampingan berkala, inkubasi bisnis, akses pendanaan, serta networking untuk pengembangan usaha.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Lampung Samsurijal menambahkan, kontribusi pelaku UMKM penting baik bagi pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional. Tercatat, pada triwulan IV-2023 ekonomi Lampung mengalami penumbuhan 5,4 persen secara tahunan (year on year/yoy).
”Pencapaian ini didorong optimalisasi sektor pembangunan terutama sektor perekonomian, sektor domestik, pemberdayaan UMKM, termasuk pertumbuhan wirausaha di Lampung,” papar Samsurijal.
CEO Elevarm Bayu menegaskan, sebagian besar inovasi berhenti di laboratorium atau paper. Untuk itu penting ada suatu inisiatif menjadikan produk inovasi masuk industri dan market. Penting adanya para kolaborator atau agregator yang menghubungkan inovasi kepada market.
”Salah satu yang kita rasakan dari Kemenkop UKM adalah program Entrepreneur Financial Fiesta. Di sana start up benar-benar dibimbing, dipertemukan dengan investor dan market bersama UMKM dikolaborasikan dari hulu ke hilir, digitalisasi, hingga bisa membentuk kolaborasi digital supply chain,” tutur Bayu.
CEO Crustea Roikhanatun mengatakan, untuk bisa bertahan, diperlukan berbagai upaya untuk berinovasi mengikuti perkembangan. Terutama pengetahuan dari banyak negara luar yang sudah lebih dulu menerapkan teknologi canggih.
”Produk Indonesia nggak kalah bagus, hanya butuh akselerasi dalam setiap pengembangan secara bersama-sama, salah satunya melalui mentorship untuk memperbaiki tata kelola perusahaan dan juga networking” ucap Roikhanatun.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
