Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 16 Januari 2023 | 22.30 WIB

Dandim Morowali Pastikan Situasi di PT GNI Sudah Kondusif usai Bentrok

Pemkab Morowali Utara gelar pertemuan dengan para pihak mengenai situasi pascabentrok di PT GNI, Senin (16/1). Humas Pemkab Morowali Utara/Antara - Image

Pemkab Morowali Utara gelar pertemuan dengan para pihak mengenai situasi pascabentrok di PT GNI, Senin (16/1). Humas Pemkab Morowali Utara/Antara

JawaPos.com–Komandan Kodim Morowali dan Morowali Utara Letkol Infanteri Constantinus Rusmanto memastikan situasi keamanan di area usaha maupun sekitar industri pengelolaan nikel PT Gunbuster Nickle Industry (PT GNI) di Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah, sudah kondusif pasca bentrok, Sabtu (14/1).

”Suasana sudah kondusif. Mari kita sebarkan ini kepada masyarakat supaya jangan ada lagi yang takut dan berencana meninggalkan tempat bekerja sehingga GNI segera bisa beroperasi kembali,” kata Constantinus seperti dilansir dari Antara di Kolonodale, Senin (16/1).

Dandim juga menepis kabar dan isu-isu yang menyebut situasi mencekam di GNI. Saat ini situasinya telah kondusif. Oleh karena itu, perlu informasi positif untuk disebarkan kepada publik sebab usai kejadian sangat memengaruhi investasi besar di Morowali.

Mengenai upaya pemulihan, kata Dandim, hal yang paling penting adalah bantuan dari camat dan kepala desa untuk mengimbau warga dan tokoh-tokoh masyarakat, termasuk pendatang di wilayah masing-masing agar tidak terpancing dengan isu-isu negatif yang masih terus beredar.

”Ini sebenarnya aksi damai dilakukan pekerja, tapi ditunggangi untuk kepentingan lain. Ada upaya membuat konflik SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan), baik di dalam Morowali Utara maupun antara tenaga kerja asing (TKA) dan karyawan WNI. Perlu kolaborasi lintas sektor untuk mencegah masalah seperti ini,” tutur Constantinus.

Dandim menyebut, peristiwa itu dapat memengaruhi kepercayaan investor, terutama perusahaan-perusahaan besar. ”Sebelas ribu karyawan GNI dan pihak vendor dengan tiga ribu karyawan terpaksa menghentikan aktivitas mereka akibat kejadian ini. Kami juga siap mendukung langkah Polri menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat,” tambah dia.

Manager HRGA PT GNI Muknis Basri Assegaf mengatakan, situasi kondusif tercipta atas kesigapan aparat keamanan menangani kasus ini sehingga situasi dapat dikendalikan. Dia meminta dukungan semua pihak, termasuk masyarakat lingkar tambang untuk menjaga situasi keamanan.

”Saya melihat orang-orang yang melakukan tindakan anarkisme itu bukan karyawan yang berasal dari desa-desa lingkar tambang, tapi dari luar, entah dari mana mereka,” ujar Muknis.

PT GNI merupakan salah satu bagian dari proyek strategis nasional di bidang hilirisasi mineral dan batu bara yang menginvestasikan dana sekitar tiga miliar dolar AS atau sekitar Rp 40 triliun untuk membangun smelter pengolahan nikel menjadi feronikel dan berbagai produk barang jadi berbahan baku nikel.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore