
Petugas dan warga melakukan pengukuran jarak aman penambangan di Desa Wadas, Kecamatan Bener. Pemprov Jateng/Antara
JawaPos.com–Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak melakukan pengukuran jarak aman lokasi penambangan batu andesit dengan permukiman warga di Desa Wadas Kecamatan Bener Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.
Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) BBWS Serayu Opak Yosiandi Radi Wicaksono menyampaikan, pengukuran jarak aman itu untuk memastikan pelaksanaan penambangan tidak akan merugikan warga.
”Hari ini (9/1), kami terjunkan tim untuk ke lokasi. Selain menemui warga, kami juga memastikan jarak aman,” kata Yosiandi Radi Wicaksono seperti dilansir dari Antara.
Pada kesempatan itu, pihaknya juga melakukan pemeriksaan kesehatan warga. ”Hal ini untuk mengantisipasi warga yang punya riwayat penyakit yang mungkin saja bisa terdampak karena penambangan,” ujar Yosiandi Radi Wicaksono.
Situasi di Desa Wadas Kecamatan Bener, Purworejo semakin kondusif. Kini tinggal delapan bidang tanah yang belum diserahkan dari 617 bidang yang direncanakan dalam penambangan tersebut. Dalam pengukuran tersebut dimulai dengan pendataan rumah maupun bangunan yang berada di sekitar lokasi rencana penambangan. Selanjutnya, petugas mengukur jarak aman sekitar radius 300 meter.
”Jika memang warga masih khawatir, jarak aman akan ditambah 350 meter,” terang Yosiandi Radi Wicaksono.
Selain memastikan keamanan rumah dan bangunan, petugas juga melakukan pemeriksaan kesehatan bagi warga sehingga penambangan yang rencananya akan dilakukan dengan meledakkan dinamit dapat dipastikan aman. Artinya tidak mengakibatkan kerusakan dan kerugian terhadap warga setempat.
Mantan Ketua Gerakan Masyarakat Peduli Alam Desa Wadas (Gempadewa) Insin Sutrisno mengatakan, sudah menyerahkan berkas tanah sebagai bukti dukungan pada penambangan. Namun demikian, warga yang menerima tidak lantas berhenti berjuang.
”Pengukuran ini adalah bagian dari perjuangan warga untuk memastikan penambangan nanti tidak merugikan warga. Kami tetap ingin memperjuangkan harapan warga. Salah satunya adalah jarak aman permukiman dari lokasi tambang,” tutur Insin.
Dia mengaku telah menyampaikan beberapa harapan warga kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pada pertemuan di Purworejo, Kamis (29/12). Pengukuran jarak aman kali ini merupakan bentuk respons cepat atas permintaan warga.
”Sudah saya sampaikan kepada Pak Ganjar saat itu (di Purworejo). Dan ini dilakukan pengukuran jarak aman tempat lokasi dengan permukiman warga,” terang Insin.
Selain itu, dia menambahkan, ada poin-poin lagi yang menjadi keinginan warga. Antara lain pemerintah diminta tetap melakukan pendekatan tanpa paksaan bagi warga yang belum menyerahkan berkas, menghindari kerugian warga atas penambangan.
Selain itu, penambangan hanya dibutuhkan untuk Bendungan Bener, harus ada reklamasi setelah penambangan, perlu ada proses rehabilitasi serta membangun Desa Wadas baik fisik maupun sumber daya manusia.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
