
Eri Cahyadi dalam pemantauan dan penanggulangan banjir di Surabaya (Sumber: Pemkot Surabaya)
JawaPos.com – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengingatkan kepada seluruh pengembang perumahan untuk memperhatikan keberadaan kolam pembuangan air.
Pasalnya, keberadaan kolam penampungan dinilainya penting untuk mencegah banjir di wilayah sekitar saat terjadi hujan deras.
"Jadi perumahan-perumahan saya sarankan untuk membuat kolam tampung. Sehingga (aliran air) tidak langsung dibuang (ke sungai)," kata Wali Kota Eri Cahyadi, Rabu (21/2).
Wali Kota Eri menyebutkan bahwa dahulu pembangunan perumahan memang tidak diwajibkan membuat kolam tampung.
Namun, lambat laun jumlah perumahan terus bertambah, sehingga membuat lokasi yang dulunya merupakan tanah resapan menjadi terus berkurang.
"Karena itu sejak saya menjadi wali kota, setiap perumahan yang membangun, harus memiliki kolam tampung. Apalagi dia (perumahan) ada di hulu dan hilirnya (perkampungan) warga," ujar Eri Cahyadi.
Walikota Surabaya tersebut menilai keberadaan kolam tampung memiliki manfaat besar untuk menahan laju air sebelum dialirkan langsung menuju sungai.
Terlebih pada saat turun hujan dengan intensitas yang tinggi, jika bagian hulu tidak memiliki kolam tampung air maka bagian hilir akan cepat banjir.
"Karena kalau hulunya dibiarkan, tidak pakai kolam tampung, airnya langsung dibuang ke sungai, ya (hilirnya) banjir," tutur Wali Kota Eri.
Eri vahyadi mencontohkan kejadian seperti pada Kawasan Jalan Pakal Madya yang selama belasan tahun dilanda banjir bahkan saat tidak turun hujan, walaupun hanya 2-3 kali dalam setahun.
"Karena ini (Pakal Madya) tidak setiap hujan banjir. Tapi kalau hujannya deras dan di wilayah Gresik juga deras, maka di sini (Pakal Madya) banjir," tuturnya.
Walikota Eri juga menyebutkan contoh di wilayah Wiyung Surabaya pada Kawasan kompleks perumahan besar yang dulu langsung mengalirkan air melalui lubang besar menuju ke sungai.
Nah, saat hujan deras, kapasitas sungai tidak mampu menerima limpahan air yang besar sehingga mengakibatkan banjir di sekitarnya.
"Karena itu saya minta lubang ditutup, akhirnya posisi-posisi (air) di perumahan itu harus ditampung di dalam kolam tampung," ungkap Eri Cahyadi.
Selain itu, Walikota Eri juga meminta lurah dan camat agar memperhatikan pembangunan perumahan dengan skala kecil.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
