
Bupati Kepulauan Meranti Muhammad Adil. (ISTIMEWA/RIAU POS)
JawaPos.com - Beberapa hari belakangan ini Kabupaten Kepulauan Meranti ramai diperbincangkan. Hal itu berawal dari sikap bupatinya, Muhammad Adil, bersuara lantang dalam sebuah forum. Dia mempersoalkan dana bagi hasil (DBH) migas yang diterima dari pemerintah pusat.
Berikut sekilas profil Kabupaten Kepulauan Meranti. Dikutip dari merantikab.go.id, Kabupaten tersebut merupakan daerah pemekaran dari kabupaten induk sebelumnya, yakni Kabupaten Bengkali. Kabupaten Kepulauan Meranti resmi berdiri pada 18 Desember 2008.
Berdirinya Kabupaten Kepulauan Meranti berdasar pada Keputusan Gubernur Riau Nomor 100/PH/58.32 tanggal 18 Desember 2008 tentang Persetujuan Pemerintah Provinsi Riau terhadap Pembentukan Kabupaten Kepulauan Meranti.
Kabupaten Kepulauan Meranti beribu kota di Kota Selatpanjang. Kota Selatpanjang dulunya merupakan salah satu bandar (kota) yang paling sibuk dan terkenal perniagaan di dalam kesultanan Siak.
Pada masa silam, Selatpanjang dan sekitarnya merupakan wilayah kekuasaan Kesultanan Siak Sri Indrapura. Kesultanan Siak Sri Indrapura merupakan salah satu kesultanan terbesar di Riau pada masa lalu.
Kabupaten Kepulauan Meranti berada dalam Provinsi Riau. Secara geografis, daerah itu yang berada di pesisir timur Sumatera lokasinya bertetangga dengan Singapura dan Malaysia.
Kabupaten Kepulauan Meranti memiliki tujuh kecamatan. Yaitu, Tebing Tinggi Barat, Tebing Tinggi Timur, Tebing Tinggi, Rangsang, Rangsang Pesisir, Rangsang Barat, Merbau, Pulau Merbau, dan Tasik Putri Puyu.
Daerah ini dikenal dengan hasil sumber daya alamnya, yaitu pertambangan minyak dan gas bumi; perairan; serta wilayah pesisir dan laut. Meski memiliki sumber daya migas, namun kesejahteraan masyarakatnya masih rendah. Buktinya di Kepulauan Meranti terdapat 34,85 persen rumah tangga miskin.
Dikutip dari Jurnal Bina Praja, dalam judul "Strategi Pembangunan Berbasis Masyarakat di Kecamatan Perbatasan Negara di Provinsi Riau" (2013), Kepulauan Meranti merupakan kabupaten satu-satunya yang memiliki empat gugus pulau besar dan 12 pulau kecil.
Kabupaten kepulauan ini termasuk satu dari lima kawasan prioritas perbatasan laut RI dengan Singapura, Malaysia, dan Vietnam.
Sebelumnya, dilansir Riau Pos, Bupati Muhammad Adil meminta pemerintah pusat menghentikan eksploitasi migas di Kabupaten Kepulauan Meranti. Dia meminta pemerintah memberikan penjelasan tentang perhitungan penerimaan dana bagi hasil (DBH) migas yang konkret.
Pernyataan itu Adil kepada Dirjen Bina Keuangan Daerah (Keuda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Agus Fatoni MSi saat menghadiri Rakornas Pengelolaan Pendapatan dan Belanja Daerah se-Indonesia di Menara Dang Merdu Bank Riau Kepri Syariah Pekanbaru, Kamis (8/12).

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
