Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 22 Februari 2024 | 18.41 WIB

Puting Beliung di Rancaekek Akibatkan Puluhan Rumah Rusak, Listrik Padam, dan Pohon Tumbang di Jalan Nasional

DAMPAK TERJANGAN: Petugas PLN membersihkan pohon tumbang akibat angin puting beliung di Desa Cintaumulya, Jatinangor, Sumedang, Rabu (21/2). - Image

DAMPAK TERJANGAN: Petugas PLN membersihkan pohon tumbang akibat angin puting beliung di Desa Cintaumulya, Jatinangor, Sumedang, Rabu (21/2).

JawaPos.com – Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari menyampaikan, berdasar data sementara sampai pukul 21.00 tadi malam, angin puting beliung di perbatasan Kabupaten Bandung dan Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, mengakibatkan dua orang terluka. Selain itu, 40 rumah rusak.

”Kebanyakan bagian atap yang rusak,” ujarnya tadi malam. Menurut dia, bencana semacam ini biasanya terjadi saat peralihan musim dari musim hujan ke musim kemarau. Kondisi ini merata di Jawa Barat dan Jawa Tengah. ”Bisa terjadi di mana saja,” terangnya saat dihubungi Jawa Pos tadi malam.

Sementara itu, Radar Bandung melaporkan, angin puting beliung sekitar pukul 16.00 itu terjadi di wilayah Rancaekek, Kabupaten Bandung, serta Kecamatan Jatinangor dan Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang. Dalam video amatir yang beredar di berbagai platform, tampak bagian atap pabrik PT Kahatex di Rancaekek terporak-porandakan. Diselingi seruan takbir sejumlah karyawan pabrik.

DAMPAK TERJANGAN: Tim Pusdalops BPBD Sumedang menolong warga yang mengalami luka ringan.

Angin puting beliung terjadi saat hujan deras disertai angin kencang. Gumpalan awan hitam melingkar bermula di atas kawasan Kahatex di Rancaekek sebelum masuk wilayah Desa Cintamulya di Jatinangor.

”Benar ada angin puting beliung di kawasan Kahatex sampai ke mes karyawan pabrik di daerah Cintamulya, Jatinangor. Sebagian juga masuk ke permukiman warga di daerah Cibungur, Cintamulya,” jelas Kades Cintamulya Sarip Wahyudi kemarin (21/2).

Sarip mengungkapkan, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun, puluhan rumah dikabarkan rusak tersapu angin.

Setelah menyapu kawasan Kahatex, angin puting menuju ke daerah Kewalram, Cimanggung. ”Iya, atap rumah juga bergemuruh. Bahkan, aliran listrik mati karena kabel dan tiang pada runtuh,” ungkap Abas, warga Desa Linggar, Kecamatan Rancaekek. (tha/idr/c14/ttg)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore