Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 19 Februari 2024 | 20.15 WIB

Terdampak Tol Kediri-Tulungagung di Kabupaten Kediri Bertambah 22 Desa Setelah Sosialisasi Penlok Tahap Kedua

CAPTION: Puluhan Desa Terdampak Penambahan Lahan Tol Sosialisasikan Penlok Ki Agung Tahap II. (Ilustrasi Afrizal/JPRK) - Image

CAPTION: Puluhan Desa Terdampak Penambahan Lahan Tol Sosialisasikan Penlok Ki Agung Tahap II. (Ilustrasi Afrizal/JPRK)

JawaPos.com - Proyek pembangunan tol Kediri-Tulungagung (Ki Agung) sudah mulai dikebut. Di mana sejak pekan lalu sosialisasi penetapan lokasi (penlok) tahap II mulai dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri.

Dilansir dari Radar Kediri (Jawa Pos Group) pada Senin (19/2), setidaknya ada tambahan 22 desa di Kabupaten Kediri yang juga ikut terdampak penambahan lahan tol Kediri-Tulungagung (Ki Agung).

"Minggu kemarin sosialisasi sudah dilakukan di dua desa. Desa Tiron dan Manyaran," kata Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkab Kediri Sukadi.

Dia mengatakan bahwa sosialisasi merupakan tahap awal dalam proses pembebasan lahan. Sesuai timeline, sosialisasi sudah mulai dilakukan sejak pekan lalu.

Selama satu minggu, sudah ada dua desa yang dilakukan sosialisasi, yakni Desa Tiron dan Desa Manyaran. Selain dua desa tersebut, masih ada 20 desa lagi yang akan dilakukan sosialisasi.

Di mana diketahui bahwa ada 22 desa di Kabupaten Kediri yang ikut terdampak penlok tahap kedua tersebut.

22 desa tersebut terbagi dalam tiga kecamatan, yakni Kecamatan Semen ada lima desa, Kecamatan Mojo sebanyak 15 desa, dan Kecamatan Banyakan dua desa.

"Sosialisasi akan dilakukan kepada seluruh desa yang terdampak," ucapnya.

Dari ketiga kecamatan tersebut Sukadi mengatakan bahwa luas pembebasan lahan berbeda-beda.

Di Kecamatan Semen seluas 16.971,86 meter persegi, Kecamatan Mojo seluas 90.410,38 meter persegi, dan Kecamatan Banyakan seluas 76.695,10 meter persegi.

"Penambahan luas lahan di penlok kedua ini untuk pembuatan clear zone. Zona aman di tepian jalan tol," terang Sukadi.

Berbarengan dengan hal tersebut, pembayaran uang pembebasan lahan di penlok tahap I masih terus dikebut.

Di Kabupaten Kediri sendiri Sukadi mengatakan jika tidak ada masalah karena nyaris seluruh pemilik tanah menyatakan setuju secara lisan.

Sedangkan terkait realisasi pembangunan tol, Sukadi mengatakan bahwa dirinya masih belum mengetahui kapan tol Kediri-Tulungagung (Ki Agung) akan dimulai.

Namun, berdasarkan beberapa hasil rapat, pembangunan akan segera dilakukan dalam waktu dekat.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore