
Ilustrasi Bawaslu.
JawaPos.com–Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Selatan terus bergerak dalam hal pengawasan tahap Pemilu 2024. Bawaslu membangun komunikasi dan koordinasi bersama forum warga serta organisasi pengawas pemilu demi mencegah politik uang bermodus memanfaatkan aplikasi digital.
”Momok dalam setiap pemilu maupun pilkada adalah politik uang. Banyak kejadian tapi tidak bisa dibuktikan, karena pelapor tidak ada dan panwaslu tidak menemukan, tapi di lapangan itu ada,” kata Anggota Bawaslu Sulsel Armayadi seperti dilansir dari Antara di Makassar, Senin (31/10).
Dia menjelaskan, dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengawasan Pemilu bersama Lembaga Kepemiluan, modus praktik politik uang pada era digital kini bertransformasi. Yakni dengan memanfaatkan platfrom aplikasi dompet digital.
”Di era digitalisasi ini, penyerahan uang tidak lagi secara langsung. Tapi diduga mentransfer menggunakan aplikasi, rekening listrik, hingga pulsa,” ungkap Armayadi, Koordinator Divisi Pencegahan Bawaslu Sulsel.
Menurut Amrayadi, meskipun susah dijangkau dan dideteksi, bukan berarti tidak ada cara. Dibutuhkan peran semua pihak termasuk lembaga pemantau pemilu untuk ikut mencegah praktik politik uang.
”Penguatan bersama lembaga pemerintah dan non pemerintah sangat dibutuhkan dalam hal pencegahan sesuai pasal 21 Perbawaslu Nomor 5 Tahun 2022. Kita juga berharap Kemenag mendorong penceramahnya menyampaikan edukasi dan pendidikan politik bagi masyarakat termasuk praktik politik uang,” papar Armayadi.
Guna mencegah praktik politik uang tersebut, tambah Armayadi, Bawaslu terus menjalin sinergitas bersama mitra pengawas pemilu, forum warga, hingga menghadirkan desa dan kelurahan sadar pemilu, dan pengawas anti politik uang sebagai dukungan kekuatan besar dalam hal pengawasan partisipatif.
Sementara itu, Ketua Presidium Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) Sulsel Ana Rusli mengatakan, rapat koordinasi tersebut efektif karena dari awal di kedepankan aspek pencegahan. Sebab selama ini, pemantauan proses pemilu hanya di ujung saat pencoblosan bukan pada masa awal tahap pemilu.
”Rakor ini efektif, apalagi dilaksanakan berkelanjutan. Esensinya, mengedepankan aspek pencegahan. Pengawasan verifikasi faktual partai diduga mencatut nama, kemudian pemutakhiran data pemilih atas hak dasar warga negara, patut diawasi sejak masa tahap pemilu,” kata Ana.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
