
Proses packing kue keranjang untuk dipasarkan ke luar wilayah Malang. (Dok Radar Malang/JPG)
JawaPos.com – Kue Keranjang, makanan atau camilan tradisional khas Imlek ini merupakan hal yang wajib ada bagi warga Tionghoa Indonesia.
Menjelang Tahun Baru Imlek, masyarakat Tionghoa mulai berburu kue keranjang. Ukurannya bermacam-macam, dari yang besar hingga yang kecil. Seperti kue keranjang daun pisang yang dijual di Jalan Sutan Syahrir, Sukoharjo, Kecamatan Klojen, Radar Malang (JawaPos Grup) Kamis (8/2).
Pemilik Banana Leaf Sonia Winoto mengatakan, tahun ini pihaknya mendapat pesanan sebanyak 400 dus kue keranjang.
“Varian kue keranjang yang dijual ada dua, yakni varian original dan varian campuran,” kata Winoto saat melayani pelanggannya kemarin (7/2).
Untuk varian aslinya, kata Winoto, berbahan dasar gula merah. Kue tersebut dibanderol dengan harga Rp 45 ribu per kotak.
Sedangkan varian mix terdiri dari rasa talas, matcha, dan beludru dijual dengan harga Rp 50 ribu. “Tapi isinya 25 kue berukuran dua sentimeter,” jelas Winoto menjelaskan kue keranjang dagangannya.
Bisnis kue keranjang ini dirintis Winoto pada tahun 2018. Saat itu ia masih mengerjakan skripsi di Universitas Ciputra. Kebetulan dia sering membuat kue sejak muda.
Setelah mendapat masukan dari temannya, akhirnya ia mencobanya lagi dan lagi. Beberapa upaya tidak berhasil.
“Akhirnya saya buat dengan resep gula putih yang sudah diberi bumbu. Lalu diaduk, dimasukkan ke dalam cetakan agar-agar, lalu dikukus,” jelas Winoto terkait prosesnya membuat kue keranjang.
Hingga saat ini kue keranjang Winoto sudah dipasarkan ke luar Kota Malang. Mulai dari Surabaya, Jakarta, Pasuruan, Palembang, hingga Kalimantan.
“Karena dikirim ke luar kota, harus dibuat tahan beberapa hari. Kalau di suhu ruangan bisa bertahan empat hari, sedangkan di lemari es bisa bertahan hingga seminggu,” ujar Winoto menjelaskan ketahanan produk kue keranjangnya.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
