Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 8 Februari 2024 | 15.12 WIB

BMKG Minta Masyarakat Waspadai Cuaca Ekstrem Jatim Sepekan ke Depan

Peta peringatan dini cuaca ekstrem di Jatim. - Image

Peta peringatan dini cuaca ekstrem di Jatim.

JawaPos.com–Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda meminta masyarakat untuk mewaspadai cuaca ekstrem di Jawa Timur (Jatim). Kondisi itu diprediksi terjadi sepekan ke depan dan berpotensi menyebabkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, angin kencang, dan tanah longsor.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo Taufiq Hermawan mengatakan, masyarakat diminta waspada potensi cuaca ekstrem selama periode 7-13 Februari di beberapa wilayah kabupaten/kota di Jawa Timur.

Cuaca ekstrem saat puncak musim hujan ini berpotensi terjadi bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor, banjir, angin kencang dan juga puting beliung,” ujar Taufiq Hermawan seperti dilansir dari Antara.

Dia mengatakan, beberapa kabupaten/kota yang berpotensi terjadi cuaca ekstrem tersebut. Di antaranya Bangkalan, Kota Batu, Bojonegoro, Bondowoso, Gresik, Jombang, Kota Kediri.

Selain itu, Lamongan, Kota Madiun, Madiun, Magetan, Kota Malang, Nganjuk, Pacitan, Pamekasan, Kota Pasuruan, Kota Probolinggo, Sampang, dan Sidoarjo.

”Selain itu cuaca ekstrem juga berpotensi terjadi di Sumenep, Kota Surabaya, Trenggalek, Tuban, Kediri, Mojokerto, Probolinggo, Pasuruan, Banyuwangi, Blitar, Jember, Lumajang, Malang, Ngawi, Ponorogo, Situbondo, Tulungagung, Kota Blitar, dan Kota Mojokerto,” terang Taufiq Hermawan.

Dia menjelaskan, saat ini wilayah Jawa Timur telah memasuki puncak musim hujan dengan suhu muka laut di perairan Jawa Timur yang hangat mengakibatkan peningkatan pasokan uap air di atmosfer.

”Selain itu, kelembapan udara yang tinggi mulai lapisan bawah hingga atas mendukung terbentuknya awan-awan konvektif yang masif, serta adanya daerah konvergensi atau pertemuan massa udara dan gangguan gelombang atmosfer Kelvin mendukung terbentuknya daerah pumpunan awan hujan di wilayah Jawa Timur,” ucap Taufiq Hermawan.

BMKG Juanda mengimbau masyarakat dan instansi terkait agar senantiasa waspada terhadap potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang selama sepekan ke depan. Wilayah dengan topografi curam atau bergunung atau tebing diharapkan lebih waspada terhadap dampak yang dapat ditimbulkan akibat cuaca ekstrem seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang, serta berkurangnya jarak pandang.

”Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk selalu memantau kondisi cuaca terkini berdasar citra radar cuaca WOFI melalui laman https://stamet-juanda.bmkg.go.id/radar, dan informasi peringatan dini 3 harian serta peringatan dini 2 - 3 jam ke depan yang selalu kami bagikan melalui laman https://stametjuanda.bmkg.go.id dan media sosial @infobmkgjuanda, saluran telepon 24 jam,” kata Taufiq Hermawan.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore