
Proses simulasi penghitungan suara yang dilaksanakan oleh KPU Kabupaten Tuban beberapa waktu kemarin. / M Mahfudz Muntaha/Radar Tuban
JawaPos.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tuban kembali menggelar simulasi penghitungan suara melalui aplikasi sistem informasi rekapitulasi (sirekap) untuk pemantapan.
Simulasi yang dilakukan di kantor Kecamatan Tuban pada Rabu (31/1) itu kembali mengalami kendala berupa aplikasi sirekap yang lemot dan sulit login.
Kendala tersebut membuat anggota KPPS yang bertindak selaku operator aplikasi sirekap mengalami kesulitan dalam mengakses aplikasi rekapitulasi suara hasil pemilu tersebut.
Menanggapi masalah itu, Divisi Teknis Penyelenggara Pemilu KPU Kabupaten Tuban Nur Hakim menyatakan hal itu disebabkan aplikasi yang digunakan serentak secara nasional. Sehingga server pusat menjadi lemot dan harus menunggu beberapa saat.
“Setelah menunggu beberapa saat aplikasi sirekap bisa digunakan kembali,” ujarnya seperti dilansir dari Radar Tuban (JawaPos Group).
Ia menegaskan meskipun KPU Kabupaten telah melakukan simulasi penghitungan suara sebanyak dua kali, menurutnya kendala aplikasi sirekap pada simulasi yang kedua kali ini sudah lebih baik daripada kendala pada simulasi pertama.
Menurut penuturannya pada simulasi pertama lalu aplikasi sirekap mengalami kendala membaca angka dan huruf.
Sementara pada simulasi kedua kemarin kendala hanya ditemukan pada masalah loading saja.
“Sudah lebih baik untuk pembacaan angka dan huruf dari aplikasi sirekap sudah mendekati benar,” ungkap Hakim.
Meskipun demikian menurutnya aplikasi sirekap ini akan tetap digunakan serentak pada kegiatan Pemilu 2024 di tanggal 14 Februari nanti.
Karena beberapa kendala yang kembali muncul pada simulasi kedua sudah dilaporkan kepada KPU pusat.
“Kami berharap pada saat nanti pemilu berlangsung sudah tidak ada masalah teknis lagi,” imbuhnya.
Maka dari itu untuk memastikan aplikasi sirekap tersebut siap digunakan, pihak KPU akan menyelenggarakan simulasi ketiga yang akan dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia.
“Semoga pada simulasi ketiga nantinya, semua kendala sirekap sudah bisa teratasi,” pungkasnya.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
