Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 5 Februari 2024 | 21.11 WIB

Malang Bakal Dijadikan Start Up City, Berikut Penjelasan dan Dukungan Pemkot Malang

Pemkot Malang dukung warganya dirikan start up dengan usaha mikro menengah./Radar Malang - Image

Pemkot Malang dukung warganya dirikan start up dengan usaha mikro menengah./Radar Malang

JawaPos.com - Start up di Kota Malang berpotensi bakal berkembang pesat itu karena terdapat 22 komunitas digital yang kreatif, serta ditopang 21 kampus yang menyediakan jurusan teknik informatika.

Start up atau perusahaan rintisan mulai bermunculan sejak tahun 2000 an silam. Beriringan dengan perkembangan teknologi digital.

Di antaranya yang sudah populer kala itu adalah Tokopedia dan Ruang Guru. Keduanya merupakan perusahaan rintisan hasil karya anak muda di Indonesia.

Dilansir dari Radar Malang pada Senin (5/2), Kota Malang memulai perkembangan start upnya pada tahun 2011 lalu. Mayoritas didirikan anak muda. Begitu juga dengan pekerja-pekerjanya start up cenderung disukai generasi milenial dan generasi Z.

Start up bergerak dalam ranah teknologi dan menggunakan teknologi untuk pemasaran produk. Misalnya start up kopi kenangan, produknya juga berupa kopi. Namun cara pemasarannya memanfaatkan teknologi digital.

Kenapa anak muda lebih suka bekerja di start up? "Karena ritme kerjanya fleksibel," ujar CEO Indiekraf Indonesia Digital Kreatif, Ziaenalfikar Alibaba kepada Radar Malang. Berbeda dengan perusahaan konvensional yang memiliki aturan sangat ketat.

Jam masuk kantor dan seragam pegawai juga diatur. Pegawai di perusahaan konvensional tidak bisa seenaknya memakai seragam atau molor ngantor.

Sedangkan di start up jam kerjanya lebih fleksibel. Bahkan tidak sedikit start up yang menerapkan sistem kerja Work From Home atau bekerja dari rumah maupun Work From Anywhere atau bekerja dari mana saja.

Sehingga saat pandemi Covid 19, start up sudah terbiasa dengan sistem kerja tersebut.

Selain itu dia mengatakan start up juga selalu memiliki inovasi yang menjawab permasalahan di masyarakat. Sehingga start up tidak pernah berhenti mencari hal-hal baru.

Hal itu jarang ditemukan pada perusahaan konvensional. Meski memberikan keleluasaan kepada pegawainya, banyak start up yang berkembang pesat dan besar.

Dari 186 start up di Kota Malang, 10 di antaranya memiliki nilai valuasi di atas Rp 2 Miliar per tahun.

Lantaran banyaknya start up yang sukses, Kota Malang dicanangkan menjadi start up city. Yang mencanangkan adalah Ketua Tim Start Up Digital RI, Sonny Hendra Sudaryana.

Menurut Sonny, Kota Malang memiliki potensi besar di bidang start up. Hal itu karena banyak sumber daya manusia yang berkualitas.

Misalnya terdapat 22 komunitas digital dan 21 kampus dengan jurusan teknologi informasi.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore