
DALAM PENYELIDIKAN: Polisi datang ke Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, kemarin untuk mengadakan prarekonstruksi kasus tewasnya santri asal Palembang. (JAWA POS RADAR PONOROGO)
JawaPos.com–Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Sumatera Selatan memberikan pendampingan psikologis kepada orang tua AM, 17, santri Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor Ponorogo, Jawa Timur. AM meninggal karena penganiayaan seniornya.
”Pendampingan diberikan untuk menguatkan orang tua, khususnya ibu AM, sehingga bisa tegar menghadapi peristiwa ini,” kata Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak Dinas PPPA Sumsel Aminah seperti dilansir dari Antara usai mengunjungi rumah orang tua AM di Jalan Mayor Zen, Kecamatan Kalidoni, Palembang, Rabu (14/9).
Menurut dia, sebagian besar kondisi psikologis orang tua terguncang setelah kehilangan anak, khususnya dengan cara kekerasan. Oleh karena itu, orang tua korban AM berhak mendapa pendampingan tersebut. Pendampingan psikologis yang diberikan Dinas PPPA Sumsel menyesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi orang tua AM.
”Mungkin kami agak terlambat, namun pada prinsipnya kami turut prihatin atas kasus ini dan terus berupaya memberikan yang terbaik membantu pihak keluarga,” jelas Aminah.
Dalam kesempatan tersebut pihaknya juga memberikan bantuan berupa paket sembako sebagai bentuk kasih sayang kepada orang tua AM. Aminah berharap seluruh instansi pendidikan berupaya mencegah penganiayaan dan tindak kekerasan sedini mungkin, seperti yang dialami almarhum AM.
”Ke depan, dunia pendidikan kita harus bebas tanpa tindakan penganiayaan apa pun,” ucap Aminah.
Sementara itu, Siti Soimah, ibu AM, menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian Dinas PPPA dan pihak lain terhadap kondisi keluarganya pasca peristiwa yang menyebabkan putranya meninggal dunia.
”Saya kemarin juga sudah dihubungi Ibu Menteri PPPA menyampaikan belasungkawa. Dukungan ini menguatkan, kami berterima kasih atas perhatiannya,” kata Siti Soimah.
Sementara itu, ayah AM, Rusdi, juga menyampaikan rasa terima kasih atas keseriusan Polres Ponorogo, Jawa Timur, yang sudah menetapkan dua orang tersangka atas kasus dugaan penganiayaan terhadap putranya. Kedua tersangka itu adalah kakak kelas AM di Ponpes Modern Darussalam Gontor Ponorogo.
”Saya apresiasi penuh jajaran Polres Ponorogo berhasil menangkap pelaku dan menetapkan sebagai tersangka. Saya serahkan sepenuhnya pada proses hukum yang berlaku sesuai perbuatan mereka ke putra saya,” ujar Rusdi.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
