Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 10 September 2022 | 00.45 WIB

76 Persen SMA/SMK di Jatim Sudah Terapkan Kurikulum Merdeka

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Pemprov Jatim for JawaPos - Image

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Pemprov Jatim for JawaPos

JawaPos.com–Sebanyak 2.754 atau 76 persen SMA, SMK, dan SLB, di Jatim telah menerapkan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) Mandiri.

”Alhamdulillah jumlah sekolah jenjang SMA/SMK dan SLB yang menerapkan IKM Mandiri di Jawa Timur, terbanyak secara nasional,” ungkap Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Jumat (9/9).

Target IKM Mandiri di Jatim semester I - Tahun Ajaran 2023/2024 mencapai 100 persen. Kurikulum itu berpusat pada minat dan bakat siswa dengan model pembelajaran yang berorientasi project based learning.

”Semoga proses pembelajaran siswa di Jatim mampu menjawab kebutuhan SDM yang berkualitas,” tutur Khofifah.

Khofifah menjelaskan, literasi memiliki kontribusi yang kuat terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang berintelektual dan berkarakter. Literasi dipastikan berkaitan erat dengan pendidikan yang merupakan kunci peradaban setiap bangsa di seluruh dunia.

”Karena melalui pendidikan dibangun fondasi dasar SDM yang berkualitas dan berdaya saing dan menjadi subjek pembangunan suatu bangsa,” papar Khofifah.

Pendidikan didukung dengan kompetensi dasar yang meliputi 6 komponen yaitu literasi baca tulis, literasi berhitung, literasi sains, literasi teknologi informasi, literasi keuangan, serta literasi budaya dan kewarganegaraan.

”Namun, Saya rasa literasi digital saat ini menjadi kebutuhan. Seperti kita semua tahu hampir semua hal saat ini telah menggunakan digital,” ucap Khofifah.

Dia menambahkan, berbagai program telah dilakukan pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam menggalakkan program literasi secara masif. Di antaranya gerakan membaca, gerakan literasi sekolah, gerakan literasi keluarga, dan gerakan literasi masyarakat.

”Di lingkup keluarga yang dapat dilakukan adalah memberikan pemahaman dan membuat kesepakatan antara orang tua dan anak. Kapan anak harus belajar, kapan bermain, dan kapan anak berinteraksi sosial,” terang Khofifah.

Dia berharap peringatan hari aksara internasional menjadi solusi dari permasalahan yang berkaitan dengan keaksaraan di Jawa Timur. Masih banyak tugas Pemprov Jawa Timur untuk menggalakkan literasi dan meningkatkan indeks pembangunan manusia.

”Semangat hari aksara harus bisa menjadi motivasi bagi kami di Pemprov Jatim dan semua pihak untuk bersama-sama berupaya mengingatkan IPM melalui penerapan IKM mandiri serta berinovasi kaitan dengan literasi digital khususnya di Jawa Timur,” ujar Khofifah.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore