
Braille adalah sistem tulisan dengan titik-titik timbul yang dibaca melalui sentuhan oleh tunanetra. (Dok. britannica.com)
JawaPos.com - Suasana Masjid Ibnu Umi Maktum, SLB Negeri A Pajajaran Kota Bandung mendadak haru pada Jumat kemarin (13/3). Ratusan siswa SLB se-Bandung Raya khotmul Qur’an braille. Mereka menyelesaikan bacaan Al-Qur’an mulai juz pertama sampai terakhir di Ramadhan tahun ini.
Menurut Direktur Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag) M. Munir, kegiatan tersebut menjadi momentum spiritual yang istimewa. Sebab, peserta khotmul Qur'an tunanetra berhasil menuntaskan khataman Al-Qur’an menggunakan huruf braille.
”Kegiatan ini melibatkan 300 siswa-siswi sekolah, yakni Sekolah Luar Biasa (SLB) dan juga 200 guru PAI pada SLB se-Bandung Raya serta 200 anggota PERTUNI. Siswa-siswi SLB ini adalah siswa-siswi yang diberi keistimewaan dan kekhususan oleh Allah SWT, dan oleh sebab itu perlu mendapatkan perhatian,” kata dia dalam keterangan resmi pada Sabtu (14/3).
Munir turut memuji peran para pengajar Pendidikan Agama Islam (PAI) di SLB. Baik pengajar difabel maupun tidak. Menurut dia, mereka adalah pengajar istimewa. Sebab, memiliki kesabaran, kekuatan dan kapabilitas dalam menemani dan mendidik siswa-siswi SLB. Keistimewaan tersebut kian terasa setelah mereka berhasil mengantarkan anak-anak didiknya khotmul Qur’an.
Dalam keterangan yang sama, Dirjen Pendidikan Islam Amien Suyitno menyampaikan apresiasi untuk para siswa tunanetra, guru, serta pembina dari PERTUNI. Menurut dia, khotmul Qur’an yang diikuti oleh ratusan siswa SLB se-Bandung Raya sangat istimewa.
”Kita boleh saja tidak melihat dengan mata, tetapi kita tidak boleh buta dalam hati dan semangat,” kata dia.
Membaca Al-Qur’an dengan huruf Braille, kata Amien, bukan perkara mudah. Bagi mereka yang bisa melihat pun, membaca Al-Qur’an dengan baik membutuhkan latihan dan ketekunan yang panjang. Karena itu, dia menilai keberhasilan para siswa tunanetra mengkhatamkan Al-Qur’an merupakan prestasi spiritual sekaligus bukti ketekunan dan kesungguhan dalam belajar.
”Sebagaimana arahan bapak menteri (agama), tidak boleh ada perbedaan layanan pendidikan antara anak berkebutuhan khusus dan anak pada umumnya. Seluruh anak Indonesia harus mendapatkan layanan pendidikan yang setara,” ujarnya.
Amien memastikan, instansinya akan terus mengembangkan program madrasah inklusi sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Program tersebut menjadi bukti bahwa negara hadir untuk memastikan seluruh anak Indonesia mendapatkan kesempatan belajar yang layak.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Al-Hilal vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: The Blue Waves Amankan 3 Poin di Kandang!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Profil Matheus Lagoa! Legenda dan Kapten Anapolis, Puzzle Terakhir Persebaya Surabaya
Prediksi Skor West Ham vs Wolverhampton, Kemenangan Perdana atau Lanjutkan Tren Positif
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
Breaking News! Persebaya Surabaya Rekrut Kapten Anapolis FC Matheus Lagoa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
