Kediri bakal punya pasar tradisional berstandar nasional./ANTARA
JawaPos.com - Pemerintah Kabupaten Kediri, Jawa Timur membangun pasar tradisional di Kecamatan Wates dan menjadikan pasar itu sebagai pasar berstandar nasional (SNI).
Dikutip dari ANTARA pada Selasa (30/1), Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengatakan pemerintah daerah dengan dibantu kementerian telah membangun pasar Wates dengan anggaran sekitar Rp 16 miliar.
Pasar itu direvitalisasi sehingga lebih layak dipakai. "Pasar Wates sudah berdiri dan dinikmati untuk berjualan. Anggaran pembangunan Rp 16 miliar," ujarnya.
Ia juga mengimbau pedagang untuk turut serta menjaga kebersihan sehingga pasar tetap bersih dan nyaman dimanfaatkan. Pemerintah Kabupaten sudah memfasilitasi sarana membuang sampah di lokasi itu, sehingga pasar tetap dalam keadaan bersih.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih mengatakan pemanfaatan pasar Wates di Kecamatan Wates diutamakan untuk pedagang lama.
Pemerintah Kabupaten akan melakukan pengundian per zonasi misalnya bagian konveksi, pracangan, sayur, ikan sehingga lebih tertib.
"Jadi nanti tersekat per zonasi. Nantinya pasar ini kami daftarkan sebagai salah satu pasar yang standar nasional. Salah satunya pengaturan per zonasi. Kalau SNI ini simpel, ada pangan non pangan. Untuk pangan ada yang segar tidak segar atau kering," tambahnya
Ia menambahkan para pedagang juga kooperatif dengan peraturan setelah pembangunan pasar tersebut. Penataan pasar lebih tertata dan konsumen maupun pembeli juga lebih nyaman.
Ia menegaskan lapak di pasar ini juga tidak boleh disewakan maupun dijual ke orang lain. Pedagang juga dibatasi kepemilikan kios.
Misalnya jika ada yang mempunyai lima kios, maka yang tiga dimanfaatkan sedangkan lainnya bisa ditarik.
"Kios disini adalah aset pemerintah daerah, tidak ada jual beli, tidak ada sewa menyewa. Itu sudah kami tekankan di awal. Kami tidak toleransi untuk pedagang yang menjual atau menyewakan. Itu sudah kami sampaikan ke teman-teman. Dulu mungkin ada, sekarang di pasar ini sudah kami minimalisasi. Jika membandel kami keluarkan dari data," jelasnya
Total di pasar ini ada 486 orang pedagang. Terdapat 55 kios, namun secara data terdapat 43 orang, sehingga ada beberapa pedagang yang punya lapak lebih dari satu.
Menurut dia, banyak pedagang baru yang juga ingin berjualan setelah pasar tersebut direvitalisasi dan beroperasi kembali. Ada sekitar 100 pedagang, namun secara kapasitas belum mencukupi.
Pemerintah sedang mengkaji bahwa operasional di pasar tersebut berjalan terus-terusan misalnya ada yang bagian pagi, siang bahkan sore sehingga semua terfasilitasi.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
