Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 30 Januari 2024 | 19.15 WIB

Kediri Bakal Punya Pasar Berstandar Nasional, Berikut Penjelasan Pemerintah Daerah

Kediri bakal punya pasar tradisional berstandar nasional./ANTARA

JawaPos.com - Pemerintah Kabupaten Kediri, Jawa Timur membangun pasar tradisional di Kecamatan Wates dan menjadikan pasar itu sebagai pasar berstandar nasional (SNI).

Dikutip dari ANTARA pada Selasa (30/1), Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengatakan pemerintah daerah dengan dibantu kementerian telah membangun pasar Wates dengan anggaran sekitar Rp 16 miliar.

Pasar itu direvitalisasi sehingga lebih layak dipakai. "Pasar Wates sudah berdiri dan dinikmati untuk berjualan. Anggaran pembangunan Rp 16 miliar," ujarnya.

Ia juga mengimbau pedagang untuk turut serta menjaga kebersihan sehingga pasar tetap bersih dan nyaman dimanfaatkan. Pemerintah Kabupaten sudah memfasilitasi sarana membuang sampah di lokasi itu, sehingga pasar tetap dalam keadaan bersih.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih mengatakan pemanfaatan pasar Wates di Kecamatan Wates diutamakan untuk pedagang lama.

Pemerintah Kabupaten akan melakukan pengundian per zonasi misalnya bagian konveksi, pracangan, sayur, ikan sehingga lebih tertib.

"Jadi nanti tersekat per zonasi. Nantinya pasar ini kami daftarkan sebagai salah satu pasar yang standar nasional. Salah satunya pengaturan per zonasi. Kalau SNI ini simpel, ada pangan non pangan. Untuk pangan ada yang segar tidak segar atau kering," tambahnya

Ia menambahkan para pedagang juga kooperatif dengan peraturan setelah pembangunan pasar tersebut. Penataan pasar lebih tertata dan konsumen maupun pembeli juga lebih nyaman.

Ia menegaskan lapak di pasar ini juga tidak boleh disewakan maupun dijual ke orang lain. Pedagang juga dibatasi kepemilikan kios.

Misalnya jika ada yang mempunyai lima kios, maka yang tiga dimanfaatkan sedangkan lainnya bisa ditarik.

"Kios disini adalah aset pemerintah daerah, tidak ada jual beli, tidak ada sewa menyewa. Itu sudah kami tekankan di awal. Kami tidak toleransi untuk pedagang yang menjual atau menyewakan. Itu sudah kami sampaikan ke teman-teman. Dulu mungkin ada, sekarang di pasar ini sudah kami minimalisasi. Jika membandel kami keluarkan dari data," jelasnya

Total di pasar ini ada 486 orang pedagang. Terdapat 55 kios, namun secara data terdapat 43 orang, sehingga ada beberapa pedagang yang punya lapak lebih dari satu.

Menurut dia, banyak pedagang baru yang juga ingin berjualan setelah pasar tersebut direvitalisasi dan beroperasi kembali. Ada sekitar 100 pedagang, namun secara kapasitas belum mencukupi.

Pemerintah sedang mengkaji bahwa operasional di pasar tersebut berjalan terus-terusan misalnya ada yang bagian pagi, siang bahkan sore sehingga semua terfasilitasi.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore