Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 22 Juli 2022 | 17.41 WIB

Tak Ada ATM, Tak Merasa Ambil, Eh Uang Nasabah BRI di Jombang Ini Raib

Photo - Image

Photo

JawaPos.com- Ini mungkin kasuistik. Wahyudi, 35, salah seorang nasabah BRI asal Desa Sukorejo, Kecamatan Perak, Jombang, akhir Juni lalu dibuat terkejut. Betapa tidak. Uang tabungannya yang disimpan di BRI, tiba-tiba bisa hilang. Saldo berkurang. Ada yang mengambil dari ATM. Padahal, ATM itu dititipkan di bank.

Wahyudi menceritakan, awalnya pada akhir Juni 2022 lalu dirinya mendapat dua pesan singkat dari SMS Banking BRI. Isinya menyebut ada penarikan uang di dalam tabungannya. “Dapat SMS pada 20 Juni lalu. Dua kali, (ada penarikan) besarannya masing-masing Rp 1.250.000. Jadi, totalnya Rp 2,5 juta,” ungkapnya seperti dikutip Jawa Pos Radar Jombang (20/7).

Merasa tidak pernah menarik uang, Wahyudi mendatangi BRI Unit Perak. Di tempat itulah dia menabung. Ketika datang, dia diminta membuat surat pengaduan ke polisi soal kehilangan uang itu. Hingga, akhirnya Wahyudi bisa melakukan cetak rekening koran.’’Informasi dari bank, ternyata uang saya ditarik dari mesin ATM Bank BNI di Kecamatan Perak,’’ katanya.

Wahyudi pun datang BNI di Kecamatan Perak itu. Dia ingin menanyakan. Tapi, oleh petugas diminta untuk bertanya ke BRI lagi. Sebab, Wahyudi merupakan nasabah di BRI.

Penarikan uang dari ATM itu membuat Wahyudi heran. Sebab, sejak membuat rekening, dirinya tak pernah memegang kartu ATM. Dia mengaku trauma saat pegang ATM. Sebelumnya, dia pernah menjadi korban penipuan. Pria yang juga menjadi tukang pijat itu pun memilih menitipkan kartu ATM ke customer service saat pembuatan tabungan.

’’Saat saya buat tabungan di bank, kartu ATM saya serahkan ke bank untuk diblokir saja. Takut pegang ATM saya. Tapi, kayaknya tidak diblokir,” ucap Wahyudi.

Upaya konfirmasi ke pihak BNI pun tidak membuahkan hasil. Dengan berat hati, Wahyudi pun memilih pulang. Namun, sesaat keluar dari bank, ada seseorang pria menghampirinya. Pria itu mengaku bawahan pimpinan BRI Perak. Pria itu mengajaknya duduk. Lalu, tiba-tiba menyerahkan uang sebesar Rp 2,5 juta. Jumlah yang sama  dengan uangnya yang ditarik dari kartu ATM miliknya.

’’Di masjid itu, terus orangnya bilang ini uangnya sudah ketemu Mas Wahyudi. Tapi, jangan bilang ke siapa-siapa. Biar buat pelajaran pegawai yang lain,” ungkap Wahyudi menirukan pria yang tidak dikenalnya itu.

Suprapto, Kepala Unit BRI Perak, dikonfirmasi Jawa Pos Radar Jombang tak menampik kejadian tersebut. ’’Kejadiannya benar, dan memang ada. Namun, keterangannya bisa langsung ke cabang ya,” singkatnya saat dihubungi Rabu (20/7).

Manager Bisnis Mikro BRI Jombang Hary Surya Kirana yang ditemui Jawa Pos Radar Jombang pada (20/7) juga membenarkan kejadian itu. Bahwa, ada insiden hilangnya uang nasabah di tabungan melalui ATM. Padahal, kartu ATM tidak sedang di tangan nasabah, melainkan di bank. Namun, pihak BRI menyebut permasalahan itu seharusnya sudah klir.

’’BRI sudah menghubungi dan meminta maaf kepada Pak Wahyudi. Kita sudah saling berkunjung. Kita juga pastikan siapapun yang salah akan ditindak, bahkan kami terbuka jika ada pelanggaran hukum,” ucap Hary.

Dia juga menyebut, atas kejadian itu sudah melakukan pemeriksaan kepada sejumlah pegawai. Hasilnya, Hary menyebut terduga pelaku pencurian uang nasabah di ATM itu adalah seorang OB (office boy).

“Jadi OB ini mengaku dia menemukan ATM itu, dan mengambil uang di mesin ATM berbeda. Itu pengakuan dia sementara, namun pemeriksaan masih dilakukan lagi,” paparnya.

Hary menyebut, ATM itu bisa dibobol OB lantaran masih menggunakan PIN standar bank. “Siapapun orang yang paham PIN standar BRI di ATM baru, sebenarnya bisa. Karena itu, biasanya setelah mendapatkan ATM disarankan untuk membuat PIN baru,” tambahnya.

Hingga kini, pihak auditor dari BRI juga tengah melakukan pemeriksaan mendalam. Dia menjanjikan, akan ada update secara terbuka nanti. “Kita akan sampaikan nanti melalui press rilis secara terbuka untuk lengkapnya. Kami sama sekali tidak menutupi,” pungkasnya.

 Diminta Teken Surat Pernyataan Bohong

Kasus yang menimpa Wahyudi, nasabah BRI asal Desa Sukorejo, Kecamatan Perak, Jombang, itu masih terus berproses. Belakangan, Wahyudi kabarnya dipaksa pihak bank untuk membuat surat pernyataan. Bahwa, seolah-olah uang Wahyudi yang hilang itu diambil kakaknya.

Intinya, surat pernyataan tersebut menyatakan bahwa Wahyudi memohon maaf kepada pimpinan BRI Jombang terkait kasusnya tersebut. ”Tepatnya hari Jumat 15 Juli, saya ditelepon orang bank. Saya diajak omong-omongan untuk membuat surat pernyataan yang bohong,” terangnya.

Kepada yang menelepon itu, Wahyudi mengaku tidak bisa membuat surat pernyataan seperti dimaksud. Namun, pihak bank terus merayu agar mau menuliskan pada secarik kertas. ”Saya dikasih contoh (surat, Red) pernyataanya. Kemudian saya disuruh menulis lagi oleh CS-nya. Dan tanda tangan di atas meterai,” paparnya.

Dari data surat pernyataan yang diterima Jawa Pos Radar Jombang, surat permohonan maaf tersebut ditujukan untuk Branch office head BRI Ka Jombang. Isi surat berkaitan dengan permohonan maaf atas informasi yang belum bisa dipastikan kebenarannya. Surat juga menyatakan, jika yang melakukan pengambilan adalah kakak kandung saya. Bukan petugas OB, seperti yang disampaikan pihak BRI sebelumnya.

Tertera juga tanda tangan bermeterai Wahyudi, pada 15 Juli 2022. ”Saya sampaikan itu semua tidak benar. Yang benar, adalah laporan saya yang ke wartawan,” pungkasnya.

Dikonfirmasi melalui sambungan ke nomor seluler, Manager Bisnis Mikro BRI Jombang Hari Surya Kirana belum bisa memberikan keterangan. ”Mohon maaf, saya sudah tidak boleh memegang masalah ini lagi,” singkatnya.

Upaya Jawa Pos Radar Jombang menghubungi Suprapto Kepala Unit BRI Perak saat itu juga belum mendapat respons.

Sementara itu, dalam keterangan resmi yang diterima Jawa Pos Radar Jombang, Kamis (21/7) petang, Pemimpin Cabang BRI Jombang Effendi Sudarso  menyampaikan, BRI telah menindaklanjuti perihal pengaduan salah satu nasabah asal Desa Sukorejo. ”BRI telah melakukan investigasi terhadap pengaduan nasabah yang bersangkutan dan telah diselesaikan secara baik,” jelasnya.

Atas kejadian itu, pihaknya telah mengambil langkah serius dan menjatuhkan sanksi kepada oknum yang diduga mengambil uang nasabah. ”BRI menerapkan zero tolerance terhadap setiap tindakan fraud (kecurangan) dan menjunjung tinggi nilai – nilai good corporate governance (GCG) dalam menjalankan seluruh operasional bisnisnya,” tambahnya.

Selain itu, pihaknya mengaku telah menyerahkan kasus tersebut kepada pihak berwajib untuk selanjutnya diproses secara hukum sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku.

Di luar kasus tersebut, pihaknya juga mengimbau kepada nasabah agar senantiasa berhati-hati dalam melakukan transaksi finansial, yaitu  dengan menjaga kerahasiaan data pribadi dan data perbankan.

Tidak memberikan kartu debit/kredit, informasi data pribadi maupun data perbankan (nomor rekening, nomor kartu, PIN, user, password, OTP dan sebagainya), melalui saluran, tautan, website atau sumber tidak resmi lain yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, termasuk kepada pihak-pihak yang mengatasnamakan BRI.

Editor: M Sholahuddin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore