
Fasad depan RSDLB. Istimewa
JawaPos.com–Usai beroperasi selama 1 tahun, Rumah Sakit Darurat Lapangan Bangkalan (PPKPC-RSDLB) resmi ditutup pada Senin (20/6). Penutupan itu berdasar Surat Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 188/401/KPTS/013/2022 tentang Penutupan RSDL Bangkalan/Rumah Isolasi OTG Pemprov Jawa Timur tertanggal 15 Juni 2022.
Ketua Pelaksana PPKPC-RSDLB Radian Jadid menjelaskan, berdasar data kondisi saat ini, penanganan pandemi Covid-19 sudah semakin terkendali. Pemerintah pusat juga telah menlonggarkan kebijakan pemakaian masker.
”Ini menunjukkan bahwa pandemi covid-19 kemungkinan akan segera berakhir dan menjadi endemi,” papar Radian Jadid pada Kamis (23/6).
Selain itu, RSDLB sudah tidak merawat pasien Covid-19. Sehingga, untuk efisiensi anggaran kegiatan operasional, pelayanan RS lapangan tersebut dihentikan dan dilakukan penutupan.
”Juga ada pertimbangan bahwa masa pinjam pakai barang milik negara kepada Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) telah selesai dan harus dikembalikan dan dituangkan dalam berita acara serah terima,” jelas Radian Jadid.
Dengan pertimbangan tersebut, melalui SK Nomor 188/401/KPTS/013/2022, Gubernur Jawa Timur memutuskan Penutupan Rumah Darurat Lapangan Bangkalan/Rumah Isolasi Orang Tanpa Gejala Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Jalan Moh. Noer, Laban, Bangkalan.
Adapun barang milik negara berupa bangunan dan sarana prasarana yang dipinjam dari Badan Pelaksana BPWS yang dipinjam Pemprov Jatim akan dikembalikan dan dituangkan dalam berita acara serah terima pengembalian. Sedangksn semua sumber daya manusia yang ditugaskan sebagai sukarelawan untuk mendukung pelayanan di RSDLB dapat dikembalikan untuk bertugas kembali di instutusi masing-masing.
”Dengan demikian, semua rumah sakit lapangan untuk penanganan Covid-19 di Jawa Timur sudah ditutup semua. Selanjutnya apabila ada yang terjangkit Covid-19 akan ditangani di rumah sakit umum,” terang Radian Jadid.
Jadid menegaskan, status RS Darurat Lapangan didesain untuk kedaruratan dan insidentil/temporary. Sehingga, berjalan untuk tempo/waktu tertentu selama pandemi Covid-19 untuk menangani pasien.
Berdasarkan data PPKPC-RSDLB, selama satu tahun beroperasi, dengan melibatkan lebih dari 56 personel relawan (nakes dan non nakes) serta 46 tenaga security dan CS, dan kapasitas 336 bed/tempat tidur, RSDLB telah menangai sejumlah 916 pasien Covid-19. Sebanyak 836 orang (466 laki-laki dan 370 perempuan) dinyatakan sembuh, 32 orang dirujuk ke faskes yang lebih tinggi serta 48 orang melanjutkan isolasi mandiri.
”Sedangkan angka kematian adalah 0 (nol),” ucap Radian Jadid.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
