Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 20 Januari 2024 | 02.53 WIB

Proyek Nasional Jalan Tol Kediri - Kertosono Molor, Berikut Penjelasan Jasa Marga

Ilustrasi pembangunan Tol Kediri-Kertosono. - Image

Ilustrasi pembangunan Tol Kediri-Kertosono.

JawaPos.com–Proyek Strategis Nasional Tol Kediri-Kertosono tidak berjalan sesuai jadwal. Mulanya proyek tersebut dilakukan pada Februari, namun terancam mengalami penundaan.

Hambatan proyek Tol Kediri-Kertosono adalah pembebasan lahan yang tak kunjung selesai dari pihak Jasa Marga dan pemerintah yang harusnya selesai pada Januari.

”Hingga saat ini belum ada tanggal pasti pembangunan fisik, karena pembebasan lahan yang belum selesai,” ujar General Manager Teknik dan Operasional PT Jasa Marga wilayah Ngawi Kertosono Kediri Eko Budi Siswandi kepada Radar Kediri (JawaPos Group) dilansir pada Jumat (19/1).

Lebih jauh Eko mengungkapkan, pejabat pembuat komitmen pengadaan Tol Kediri - Kertosono menjanjikan pembebasan lahan bisa mencapai setidaknya 75 persen pada Juni. Jika target tersebut bisa dicapai, PT Jasa Marga bisa memulai pengerjaan fisik setidaknya pada Juli. Namun jika hal tersebut urung terjadi, pembangunan fisik bisa molor dari waktu yang ditentukan.

”Kami juga terus meng-update kondisi di lapangan. Tentunya upaya yang kami lakukan sudah semaksimal mungkin, namun jika belum bisa terlaksana setidaknya 75 persen pembebasan lahan maka dengan berat hati pengerjaan juga mundur,” tambah Eko Budi Siswandi.

Upaya pembebasan lahan sejatinya sudah dilakukan sejak pertengahan 2022. Namun dari total 220, 79 hektare lahan yang dibutuhkan hingga minggu ketiga Januari ini baru sekitar 18 persen yang dibebaskan.

Pembebasan lahan yang macet itu terutama terjadi di Kabupaten Nganjuk. Padahal sekitar 80 persen tanah paling besar berada di sana. Yakni seluas 182 hektare sedangkan di Kabupaten Kediri 38,79 hektare yang belum dibebaskan.

”Sejauh ini, Kediri relatif aman, dari lima desa terdampak sudah ada yang mendapat ganti rugi terkait proyek strategis nasional ini,” jelas Eko.

Eko masih berharap pembebasan lahan benar-benar bisa sesuai target yakni mencapai 75 persen pada Juni. Sehingga pembangunan masih bisa dilakukan tepat waktu pada Juli.

”Kalau belum mencapai 75 persen atau mendekati itu saja, dengan realistis pembangunan juga mundur,” ucap Eko Budi Siswandi.

Proyek jalan Tol Kediri-Kertosono seharusnya dibangun pada triwulan ke empat 2022. Namun proyek fisik terus molor karena pembebasan lahan yang tak kunjung selesai.

Meski pembebasan lahan belum tuntas, General Manager PT Jasa Marga tersebut tetap menyiapkan tahap lelang proyek. Rencananya, jika sudah terbangun proyek strategis nasional jalan tol Kediri-Kertosono itu menjadi akses menuju Bandara Dhoho dari arah barat.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore