Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 18 Januari 2024 | 23.21 WIB

Parkir Non Tunai di Kota Kediri, Juru Parkir Ogah-ogahan Pakai Kalung QRIS

Jalan Dhoho Kota Kediri. - Image

Jalan Dhoho Kota Kediri.

JawaPos.com–Penerapan pembayaran parkir non tunai melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di beberapa wilayah di Kota Kediri hingga pertengahan Januari masih belum optimal.

Setelah menuai berbagai keluhan dari masyarakat dan beragam penolakan dari paguyuban juru parkir di awal penerapannya. Kini masalah baru kembali muncul. Para petugas juru parkir (jukir) mulai enggan memakai kalung berisi barcode QRIS.

Dilansir dari Radar Kediri (JawaPos Grup), sebagian jukir sudah tidak lagi memakai kalung berisi barcode QRIS yang sebelumnya diberikan Dinas Perhubungan (Dishub). Tak hanya di satu wilayah atau area parkir, fenomena jukir seperti itu diketahui terjadi di beberapa ruas jalan di Kota Kediri.

Banyak jukir yang enggan memakai kartu tersebut. Di antaranya, di Jalan Dhoho, Jalan Pattimura, dan Jalan HOS Cokroaminoto. Di Jalan Dhoho, lima dari sembilan jukir sudah tidak lagi berkalung QRIS. Lalu di Jalan Pattimura, enam orang dari sembilan jukir tak lagi memakai kalung QRIS.

Hal yang sama juga terjadi di Jalan HOS Cokroaminoto. Dari lima jukir, dua di antaranya tak memakai kalung QRIS.

Heri Gunawan, 50, salah satu jukir di Jalan Pattimura yang masih mengenakan kalung QRIS itu menyebut, cara pembayaran parkir baru menggunakan QRIS bisa menggerus pendapatan. Sebab, proses pembayaran terbilang ribet.

”Orang kan masih harus memasukkan ini itu, orang lain yang parkir keburu pergi,” keluh Heri.

Terkait jukir yang sudah enggan memakai kalung QRIS, Heri mengungkapkan, kebanyakan dari mereka menyimpan kalung QRIS tersebut di tas. Alasannya, saat hujan barcode di kartu rawan basah dan bisa luntur.

”Terus ini (wadah plastik tempat barcode QRIS) juga sudah rusak (bagian pengaitnya robek). Jadi daripada jatuh sama teman-teman disimpan,” lanjut Heri.

Sementara itu, Aprilia Suwandini, 33, salah satu warga yang memarkir motor di Jalan Pattimura, mengaku belum pernah melakukan pembayaran parkir non tunai. Alasannya, dia tidak tahu jika bisa memakai QRIS.

”Saya justru baru tahu setelah sampean kasih tahu ini,” tutur Aprilia.

Ditanya soal penerapan pembayaran pakai QRIS, Menurut Aprilia, hal itu sangat bagus. Selain mudah, masyarakat juga bisa tahu tarif parkir yang sebenarnya.

”Sebenarnya (yang masuk kas daerah) berapa tidak tahu. Motor kan selama ini bayar Rp 2 ribu,” tutur Aprilia.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore