
Jalan Dhoho Kota Kediri.
JawaPos.com–Penerapan pembayaran parkir non tunai melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di beberapa wilayah di Kota Kediri hingga pertengahan Januari masih belum optimal.
Setelah menuai berbagai keluhan dari masyarakat dan beragam penolakan dari paguyuban juru parkir di awal penerapannya. Kini masalah baru kembali muncul. Para petugas juru parkir (jukir) mulai enggan memakai kalung berisi barcode QRIS.
Dilansir dari Radar Kediri (JawaPos Grup), sebagian jukir sudah tidak lagi memakai kalung berisi barcode QRIS yang sebelumnya diberikan Dinas Perhubungan (Dishub). Tak hanya di satu wilayah atau area parkir, fenomena jukir seperti itu diketahui terjadi di beberapa ruas jalan di Kota Kediri.
Banyak jukir yang enggan memakai kartu tersebut. Di antaranya, di Jalan Dhoho, Jalan Pattimura, dan Jalan HOS Cokroaminoto. Di Jalan Dhoho, lima dari sembilan jukir sudah tidak lagi berkalung QRIS. Lalu di Jalan Pattimura, enam orang dari sembilan jukir tak lagi memakai kalung QRIS.
Hal yang sama juga terjadi di Jalan HOS Cokroaminoto. Dari lima jukir, dua di antaranya tak memakai kalung QRIS.
Heri Gunawan, 50, salah satu jukir di Jalan Pattimura yang masih mengenakan kalung QRIS itu menyebut, cara pembayaran parkir baru menggunakan QRIS bisa menggerus pendapatan. Sebab, proses pembayaran terbilang ribet.
”Orang kan masih harus memasukkan ini itu, orang lain yang parkir keburu pergi,” keluh Heri.
Terkait jukir yang sudah enggan memakai kalung QRIS, Heri mengungkapkan, kebanyakan dari mereka menyimpan kalung QRIS tersebut di tas. Alasannya, saat hujan barcode di kartu rawan basah dan bisa luntur.
”Terus ini (wadah plastik tempat barcode QRIS) juga sudah rusak (bagian pengaitnya robek). Jadi daripada jatuh sama teman-teman disimpan,” lanjut Heri.
Sementara itu, Aprilia Suwandini, 33, salah satu warga yang memarkir motor di Jalan Pattimura, mengaku belum pernah melakukan pembayaran parkir non tunai. Alasannya, dia tidak tahu jika bisa memakai QRIS.
”Saya justru baru tahu setelah sampean kasih tahu ini,” tutur Aprilia.
Ditanya soal penerapan pembayaran pakai QRIS, Menurut Aprilia, hal itu sangat bagus. Selain mudah, masyarakat juga bisa tahu tarif parkir yang sebenarnya.
”Sebenarnya (yang masuk kas daerah) berapa tidak tahu. Motor kan selama ini bayar Rp 2 ribu,” tutur Aprilia.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
