Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 17 Januari 2024 | 13.45 WIB

Harga Sembako dan Mi Instan di Sidoarjo Naik, Kabid Disperindag Ungkap Alasannya

Penjual sembako saat menunjukkan beberapa bahan pokok./(M SAIFUL ROHMAN/RADAR SIDOARJO) - Image

Penjual sembako saat menunjukkan beberapa bahan pokok./(M SAIFUL ROHMAN/RADAR SIDOARJO)

JawaPos.com – Seperti sudah jadi tradisi awal tahun, beberapa wilayah di Indonesia kembali mengalami kenaikan harga bahan pokok dan sembako. Tak terkecuali dengan Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, yang mengalami hal serupa.

Dilansir Radar Sidoarjo (JawaPos Grup), pada Rabu (17/1), harga sembako di Sidoarjo sendiri mengalami kenaikan sejak berakhirnya libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Beberapa jenis bahan sembako yang naik di Sidoarjo diantaranya mi instan, minyak goreng, gula dan beras.

Diketahui, kenaikan harga sembako berkisar antara 10 hingga 20 persen. Sementara itu, penyebab melonjaknya harga sembako masih belum diketahui.

Salah satu distributor sembako di Sidoarjo, Weni Dwi Agustina membenarkan adanya isu tersebut. Menurutnya, beberapa jenis bahan pokok dan sembako di Sidoarjo saat ini tengah mengalami kenaikan harga.

"Harga minyak goreng yang sebelumnya dibanderol Rp 156 ribu per karton, sekarang tembus menjadi Rp 165 ribu per karton di pasaran, malah ada yang sampai Rp 170 ribu tergantung toko yang menjual. Per karton minyak goreng berisi 12 buah minyak goreng masing-masing seberat 1 liter," jelas Weni.

Kemudian, untuk bahan pokok beras juga mengalami kenaikan. Dari yang sebelumnya berada di kisaran harga Rp 12,4 ribu saja, menurut Weni sekarang harganya menjadi Rp 12,6 ribu per kilogram-nya.

Hal serupa juga terjadi pada distribusi mi instan yang saat ini bukan hanya sulit untuk didapatkan, tetapi juga harganya mengalami kenaikan.

Pada awalnya, harga mi instan ini berkisar Rp 104 ribu per karton, namun sekarang, harganya sudah naik menjadi Rp 109 ribu per karton.

Tak hanya itu, kenaikan harga pun terjadi pada gula. Kenaikannya bahkan sangat signifikan, yakni dari yang sebelumnya berkisar Rp 725 ribu saja, kini menjadi Rp 740 ribu per 50 kilogram-nya.

Weny membeberkan bahwa, sulitnya pasokan bahan baku ditengah permintaan pasar atau barang yang banyak, membuat harga sembako naik.

"Perihal kenaikan harga kemungkinan karena sulitnya pasokan bahan baku sehingga permintaan banyak barang terbatas mengakibatkan kenaikan harga di pasaran," jelasnya.

Selain itu, dirinya juga merasakan, jika daya konsumsi masyarakat saat ini mengalami penurunan.

Menurutnya, sebelum kenaikan harga ia bisa melayani hingga 10 karton minyak goreng. Sedangkan saat ini hanya tiga sampai lima karton saja.

Menanggapi hal tersebut, Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sidoarjo, Listyaningsih mengatakan, naiknya harga beras disebabkan oleh tingginya harga gabah.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore