Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 27 Oktober 2018 | 01.53 WIB

BMKG Makassar: Tiga Patahan Aktif di Sulsel Bisa Memicu Gempa

Koordinator Gempa Bumi BMKG IV Makassar Jamroni. - Image

Koordinator Gempa Bumi BMKG IV Makassar Jamroni.

JawaPos.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar, menyebut bahwa kepulauan Sulawesi dikelilingi dengan 40 patahan aktif. Koordinator Gempa Bumi BMKG Makassar Jamroni mengatakan, puluhan sel patahan itu masuk dalam zona pertemuan tiga lempeng yang besar di dunia. Ketiga lempengan itu dikenal dengan sebutan triple junction

"Itu potensi-potensi kebencanaan secara seismologi, secara tektonik. Kalau kita kenali potensi, tempat-tempat itulah yang bisa memicu bencana," terang Jamroni usai diskusi 'Potensi dan Mitigasi Geologi Sulawesi' di Makassar, Jumat (26/10).

Dari puluhan patahan aktif itu, di Sulawesi Selatan (Sulsel) terdapat tiga patahan yang bisa memicu terjadinya gempa. Masing-masing adalah patahan Walanae, di Teluk Bone;  patahan danau Matano, di danau Matano; dan patahan Soroako, di Luwu Timur (Lutim). 

"Itu patahan aktif semua dan sudah teridentifikasi dengan baik keaktifannya. Sudah dipublikasi di pusat studi gempa nasional. Tapi kecepatannya berbeda-beda, ada yang bergesernya lebih pelan dan ada yang agak cepat. Seperti yang terjadi di Palu, patahan Palu Koro," sebutnya. 

Patahan ini akan terus bergerak, mengingat pulau Sulawesi khususnya di Selatan dan Tengah berada dalam kawasan perlintasan cincin api atau ring of fire Asia. Tiga lempeng besar ini, mengkibatkan terjadinya pola pergeseran lempeng dalam bentuk sesar geser dan sesar baik. 

Pertemuan antara tiga lempeng besar itu adalah Lempeng Sunda, lempeng Australia, dan lempeng Filipina. "Patahan lain tidak menutup kemungkinan juga terjadi tapi harus ada pemicunya dulu. Seperti yang terjadi gempa-gempa kecil maka lempengan itu akan merespon," terangnya. 

Sementara itu, Kepala Puslitbang Studi Kebencanaan Universitas Hasanuddin (Unhas) Adi Maulana menyebut kondisi geologi Pulau Sulawesi sangatlah unik. Lengan-lengan Pulau Sulawesi disebutnya berbatasan langsung dengan lempeng-lempeng besar. "Kita ini dikelilingi potensi-potensi besar. Negara kita sangat rawan terhadap bencana," ujar Dosen Teknik Geologi ini. 

Pihaknya sejauh ini masih melakukan penelitian terkait dampak-dampak potensi bencana yang bisa memicu pergerakan seluruh patahan aktif yang tersebar di Sulawesi khususnya di Sulsel. "Tapi sementara belum kita temukan akan ada bencana atau tidak. Potensinya tetap ada. Yang jelas informasinya akan tetap kami kembangkan agar masyarakat tidak terlalu khawatir," pungkasnya. 

Editor: Dida Tenola
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore