
Koordinator Gempa Bumi BMKG IV Makassar Jamroni.
JawaPos.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar, menyebut bahwa kepulauan Sulawesi dikelilingi dengan 40 patahan aktif. Koordinator Gempa Bumi BMKG Makassar Jamroni mengatakan, puluhan sel patahan itu masuk dalam zona pertemuan tiga lempeng yang besar di dunia. Ketiga lempengan itu dikenal dengan sebutan triple junction.
"Itu potensi-potensi kebencanaan secara seismologi, secara tektonik. Kalau kita kenali potensi, tempat-tempat itulah yang bisa memicu bencana," terang Jamroni usai diskusi 'Potensi dan Mitigasi Geologi Sulawesi' di Makassar, Jumat (26/10).
Dari puluhan patahan aktif itu, di Sulawesi Selatan (Sulsel) terdapat tiga patahan yang bisa memicu terjadinya gempa. Masing-masing adalah patahan Walanae, di Teluk Bone; patahan danau Matano, di danau Matano; dan patahan Soroako, di Luwu Timur (Lutim).
"Itu patahan aktif semua dan sudah teridentifikasi dengan baik keaktifannya. Sudah dipublikasi di pusat studi gempa nasional. Tapi kecepatannya berbeda-beda, ada yang bergesernya lebih pelan dan ada yang agak cepat. Seperti yang terjadi di Palu, patahan Palu Koro," sebutnya.
Patahan ini akan terus bergerak, mengingat pulau Sulawesi khususnya di Selatan dan Tengah berada dalam kawasan perlintasan cincin api atau ring of fire Asia. Tiga lempeng besar ini, mengkibatkan terjadinya pola pergeseran lempeng dalam bentuk sesar geser dan sesar baik.
Pertemuan antara tiga lempeng besar itu adalah Lempeng Sunda, lempeng Australia, dan lempeng Filipina. "Patahan lain tidak menutup kemungkinan juga terjadi tapi harus ada pemicunya dulu. Seperti yang terjadi gempa-gempa kecil maka lempengan itu akan merespon," terangnya.
Sementara itu, Kepala Puslitbang Studi Kebencanaan Universitas Hasanuddin (Unhas) Adi Maulana menyebut kondisi geologi Pulau Sulawesi sangatlah unik. Lengan-lengan Pulau Sulawesi disebutnya berbatasan langsung dengan lempeng-lempeng besar. "Kita ini dikelilingi potensi-potensi besar. Negara kita sangat rawan terhadap bencana," ujar Dosen Teknik Geologi ini.
Pihaknya sejauh ini masih melakukan penelitian terkait dampak-dampak potensi bencana yang bisa memicu pergerakan seluruh patahan aktif yang tersebar di Sulawesi khususnya di Sulsel. "Tapi sementara belum kita temukan akan ada bencana atau tidak. Potensinya tetap ada. Yang jelas informasinya akan tetap kami kembangkan agar masyarakat tidak terlalu khawatir," pungkasnya.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
