
View laut Selatan tertutup oleh pedagang kaki lima di JLS Tulungagung masuk Kecamatan Besuki.
JawaPos.com – Sudah direncanakan dan dirancang sedemikian rupa oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung, penertiban serta relokasi pedagang kaki lima (PKL) pada Jalur Lintas Selatan (JLS) Tulungagung dikabarkan masih urung dilakukan hingga sekarang.
Pasalnya, mayoritas pedagang di JLS Tulungagung tepatnya di wilayah Kecamatan Besuki itu ogah-ogahan untuk dipindah dari tempatnya berjualan saat ini. Alasannya, mereka masih ragu dengan rencana relokasi yang dianggap masih belum jelas itu.
Seolah membenarkan para PKL itu, Dilansir Radar Tulungagung (JawaPos Grup), Kepala Desa Keboireng, Kecamatan Besuki, Supirin turut menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memperdulikan rencana Pemkab untuk menertibkan lapak yang ada pada JLS Tulungagung wilayah Kecamatan Besuki.
Menurutnya, bangunan semi permanen atau permanen yang sudah berdiri itu merupakan salah satu wadah untuk meningkatkan perekonomian warganya.
“Jadi kalau nanti Pemkab tetap melakukan upaya eksekusi di Besuki, kami tidak akan memperdulikannya,” sambungnya.
Supirin mengungkap, dirinya tak bersedia jika harus menghilangkan perekonomian warganya yang sudah mulai terangkat sejak adanya JLS Tulungagung itu.
“Bangunan yang sudah berdiri itu tidak mungkin untuk dibongkar. Yang jelas warga kami yang perekonomiannya sudah terangkat masa akan dihilangkan,” ungkap Supirin.
Tak hanya itu, Supirin pun mengaku bahwa dirinya akan menolak tegas terkait rencana relokasi Pemkab.
Sebab, konsep relokasi yang ditawarkan Pemkab menurutnya masih belum jelas dan detail itu.
Hal itu dapat dilihat dari, masih banyaknya pemilik lapak yang mempertanyakan dimana tempat relokasi yang dimaksud itu.
Selain itu, seperti apa mekanisme yang terjalin antara pemilik lapak, Pemkab Tulungagung ataupun Perhutani.
Untuk diketahui, beberapa waktu yang lalu, ada sekitar 53 pemilik lapak JLS di Keboireng yang ikut pertemuan untuk membahas rencana relokasi tersebut.
Supirin mengungkap, mereka semua sebenarnya sudah menolak untuk direlokasi dan masih ingin berdagang di tempatnya yang sekarang.
“Kalau istilahnya itu kalau lokasinya belum ditentukan dan hanya wacana saja, sedangkan warga kita sudah ditertibkan duluan. Kalau begitu kan kami belum siap,” paparnya.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
