
Gunung Marapi menyemburkan abu vulkanik.
JawaPos.com–Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana (PVMBG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan status Gunung Marapi di Provinsi Sumatera Barat naik menjadi level III atau siaga.
”Berdasar hasil analisis dan evaluasi secara menyeluruh, tingkat aktivitas Gunung Marapi dinaikkan dari level II (waspada) menjadi level III (siaga) terhitung 9 Januari pukul 18.00 WIB,” kata Kepala PVMBG Badan Geologi Kementerian ESDM Hendra Gunawan seperti dilansir dari Antara di Padang.
PVMBG mengeluarkan sejumlah rekomendasi agar masyarakat di sekitar Gunung Marapi, pendaki, pengunjung atau wisatawan, tidak memasuki atau berkegiatan di wilayah radius 4,5 kilometer dari pusat erupsi (kawah verbeek). Masyarakat yang bermukim di sekitar lembah, aliran dan bantaran sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Marapi agar selalu mewaspadai bahaya lahar terutama saat musim hujan.
”Jika terjadi hujan abu masyarakat diimbau menggunakan masker penutup hidung dan mulut untuk menghindari gangguan saluran pernapasan, serta perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit. Warga juga diimbau mengamankan sarana air bersih,” tutur Hendra Gunawan.
Selanjutnya menurut dia, Pemerintah Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Agam, agar senantiasa berkoordinasi dengan PVMBG atau Pos Pengamatan Gunung Marapi di Kota Bukittinggi.
Berdasar pengamatan visual 1-8 Januari, teramati asap kawah utama berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal dengan tinggi sekitar 150-700 meter di atas puncak. Erupsi teramati dengan tinggi kolom 700 meter di atas puncak dengan kolom erupsi berwarna kelabu.
Sementara itu, Ketua Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, Ferix Sonanda mengatakan, mulai mendata rumah, bangunan, serta fasilitas umum, berlantai dua yang terbuat dari beton. Hal itu untuk disiapkan sebagai lokasi evakuasi apabila terjadi kemungkinan terburuk pasca peningkatan status Gunung Marapi ke level III (siaga).
”Tim Tagana bersama Organisasi Amatir Radio Republik Indonesia (Orari) Lokal Kota Padang Panjang sedang mendata rumah dan bangunan yang bisa dijadikan lokasi evakuasi,” kata Ferix Sonanda.
Langkah tersebut dilakukan guna mengantisipasi kemungkinan terburuk misalnya semburan abu vulkanik. Pihaknya khawatir atap rumah-rumah warga yang terbuat dari genting ambruk akibat tumpukan abu vulkanik dalam volume besar.
”Jadi, masyarakat bisa kita evakuasi ke rumah atau bangunan berlantai dua. Warga akan diarahkan atau diinapkan di lantai dasar,” terang Ferix Sonanda.
Dia menambahkan, langkah pendataan rumah, bangunan, dan fasilitas umum dua lantai tersebut, pertama kali dilakukan Tagana bersama Orari Lokal Kota Padang Panjang pasca erupsi Gunung Marapi pada Minggu (3/12/2023).

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
