Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 8 Januari 2024 | 14.57 WIB

Pemprov Kepri Bantah Gubernur Minta Uang ke Masjid dan Yayasan

Ilustrasi penipuan rental mobil. - Image

Ilustrasi penipuan rental mobil.

JawaPos.com–Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kepulauan Riau membantah tudingan Gubernur Riau Ansar Ahmad meminta uang ke sejumlah pengurus masjid dan yayasan di daerah tersebut.

”Ini penipuan. Saya menilai ini sebagai upaya mencemarkan nama baik Gubernur Kepri,” kata Kepala Diskominfo Kepri Hasan seperti dilansir dari Antara di Tanjungpinang.

Hasan menyayangkan tindakan penipuan yang mengatasnamakan Gubernur Ansar Ahmad. Sehingga menimbulkan korban sejumlah pengurus masjid dan yayasan di Kepri.

Menurut dia, Gubernur Ansar mengaku kaget menerima laporan mengenai adanya beberapa masjid dan yayasan yang mentransfer sejumlah uang melalui rekening pribadi.

”Gubernur sudah menerima laporan berikut bukti transfer uang dari sejumlah masjid dan yayasan melalui fasilitas transfer di mobile bangking,” ujar Hasan.

Hasan menyatakan, masjid dan yayasan yang mentransfer uang itu, sebelumnya telah dijanjikan seseorang tak bertanggung jawab sebagai calon penerima bantuan dari Pemprov Kepri. Tapi sebagai syaratnya, masjid dan yayasan tersebut harus terlebih dahulu mengirimkan sejumlah uang kepada Gubernur Ansar.

Dia menyampaikan, masjid dan yayasan yang telah mentransfer uang melalui rekening pribadi Gubernur Ansar itu semuanya berada di Kota Batam. Masjid dan yayasan dimaksud, yakni Masjid Al Islah senilai Rp 5 juta, Masjid Jami' Nurul Amanatul Haq Batam senilai Rp 5 juta, serta Yayasan Ukhuwah Islamiyah yang dua kali melakukan transaksi, masing-masing senilai Rp 10 juta dan Rp 15 juta.

”Ini tidak betul. Jelas-jelas sebuah penipuan,” ungkap Hasan.

Kalaupun Pemprov Kepri akan memberikan bantuan, lanjut Hasan, murni sebagai bantuan yang harus melalui persyaratan dan mekanisme yang ditetapkan. Mulai dari adanya proposal, kelayakan sebagai penerima melalui survei, hingga ketersediaan anggaran.

”Tidak mungkin pemberian bantuan Pemprov Kepri dengan diiming-imingi pemberian uang terlebih dahulu. Lebih-lebih lagi ini menyangkut rumah ibadah,” ucap Hasan.

Hasan mengingatkan agar semua pihak lebih berhati-hati dan terlebih dahulu memastikan sebelum mengirim uang terkait modus penipuan. Masyarakat yang menerima telepon dari siapapun yang mengatasnamakan Gubernur Kepri, Ansar Ahmad dengan tujuan serupa, agar segera konfirmasi ke Biro Kesra di nomor 08127082465, Diskominfo Kepri 085361094189, atau ajudan Gubernur Kepri di nomor 085264499323.

Hasan menegaskan, Gubernur Kepri akan melaporkan kejadian itu kepada pihak berwajib sebagai bentuk keyakinan bahwa itu adalah penipuan. Gubernur Ansar perlu memastikan kebenaran transaksi dan pemilik rekening yang sebenarnya.

”Ini merupakan sebuah penipuan dan upaya pencemaran nama baik Gubernur,” kata Hasan.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore