Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 7 Januari 2024 | 20.55 WIB

Seekor Gajah Sumatera Ditemukan Mati di Bengkulu Diduga Ditembak, KLHK Pun Dituntut Pastikan Kejadian Serupa Tak Terulang

Tim dokter BKSDA Bengkulu melakukan otopsi bangkai gajah sumatera yang mati di hutan Mukomuko, Sabtu (6/1/2024). (ANTARA/Ferri) - Image

Tim dokter BKSDA Bengkulu melakukan otopsi bangkai gajah sumatera yang mati di hutan Mukomuko, Sabtu (6/1/2024). (ANTARA/Ferri)

JawaPos.com – Seekor gajah sumatra liar ditemukan dalam keadaan mati pada Minggu (31/12). Gajah Sumatera berjenis kelamin betina tersebut ditemukan sekitar pukul 11.47 WIB dengan posisi telungkup.

Mengutip Antara, Ketua Kanopi Hijau Indonesia sekaligus Penanggung Jawab Konsorsium Bentang Seblat (KBS), Ali Akbar, mengatakan, lokasi penemuan berada tidak jauh dari jalan loging di area Hutan Produksi Terbatas Air Ipuh 1 regrister 65 dan sekitar 3,5 Kilometer dari batas Taman Nasional Kerinci Seblat, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu.

"Pada tengkorak bangkai gajah terdapat lubang, diduga akibat tembakan peluru senjata api. Lubang sebesar kurang lebih 1,5 cm itu tembus dari bagian bawah rahang sampai ke os frontalis (tengkorak bagian depan atau dahi)," ucapnya, Sabtu (6/1).

Ia mengatakan habitat gajah sumatera telah mengalami penyusutan sehingga mengancam keberadaan hewan endemik Pulau Sumatera tersebut.

Ia pun menuntut Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk memastikan tidak terjadi lagi kematian gajah yang tidak alami terutama kematian dengan indikasi dibunuh.

Ali Akbar mengatakan kondisi tutupan lahan di Hutan Bentang Alam Seblat sekarang tak menunjukkan keseriusan dalam mengamankan kawasan hutan.

Pasalnya tingginya aktivitas penebangan dan penguasaan hutan di Bentang Alam Seblat.

Berdasarkan analisis pada periode 2020-2023, tutupan Hutan Bentang Alam Seblat hilang seluas 8,8 ribu hektare.

Tutupan lahan sekunder lah yang menjadi paling luas dengan 5,6 ribu hektar atau 64,5 persen menjadi lahan perkebunan sawit.

Dengan kondisi tersebut baginya diperlukan upaya dari berbagai pihak untuk memastikan habitat gajah sumatera di Bengkulu terjaga dengan baik dan terhindar dari perambahan, penebangan, dan alih fungsi hutan dilindungi menjadi perkebunan maupun pertambangan.

Sebelumnya, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu telah menurunkan tim guna melakukan pemeriksaan dan otopsi terhadap gajah sumatera betina tersebut.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore