
Proses evakuasi kecelakaan kereta api Turangga dan Commuter Line Bandung Raya di Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jumat (5/1).
JawaPos.com–PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyatakan, dua korban luka kecelakaan kereta api di Cicalengka, Kabupaten Bandung, masih dirawat di rumah sakit.
”Ya betul ada dua korban yang masih dirawat,” kata Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo seperti dilansir dari Antara di Kantor Pusat KAI di Bandung, Sabtu (6/1).
Berdasar informasi, lanjut Didiek, dua korban tersebut terdiri atas dua orang perempuan, yakni seorang ibu yang dalam kondisi baru melahirkan. ”Yang satu, habis melahirkan ada luka memar di bagian kepala, dan hari ini kita lakukan CT Scan untuk melihat dampak (kecelakaan) dan kami tanggung seluruh pengobatannya,” ucap Didiek Hartantyo.
Adapun korban lainnya, lanjut dia, adalah seorang ibu hamil dengan usia kandungan delapan bulan. Selanjutnya, korban akan dipindah ke rumah sakit untuk mendapat perawatan yang lebih intensif.
”Seorang lagi, ibu-ibu hamil delapan bulan ini juga dilakukan pemindahan ke rumah sakit yang lebih proper agar penanganan lebih ditangani dan seluruh biaya pengobatan ditanggung PT Kereta Api Indonesia,” tutur Didiek Hartantyo.
Kecelakaan kereta api terjadi antara Kereta Api Turangga (Surabaya-Bandung) dan Kereta Api Commuter Line Bandung Raya (Padalarang-Cicalengka) di petak jalan antara Stasiun Haurpugur dan Stasiun Cicalengka pada Jumat (5/1) sekitar pukul 06.00 WIB.
Dalam kecelakaan itu, PT KAI melaporkan ada empat korban meninggal dunia. Yakni masinis, asisten masinis, pramugara, dan Polsuska, yang tengah bertugas di kereta.
Kemudian, sedikitnya 33 orang mengalami luka-luka dan dibawa ke empat rumah sakit terdekat. RSUD Cicalengka, Rumah Sakit Edelweis, Rumah Sakit AMC, dan RS Santosa, untuk mendapat perawatan.
PT KAI juga mengatakan, sejumlah perjalanan kereta api via Daerah Operasional (Daop) 2 Bandung direkayasa untuk memutar ataupun dibatalkan imbas kecelakaan tabrakan kereta tersebut.
Evakuasi dua kereta api nahas tersebut, disebut PT KAI, telah berhasil dilakukan pada Sabtu (6/1) dini hari dan telah dinormalisasi serta dinyatakan aman oleh tim Jalan dan Jembatan Daop 2 Bandung pada pukul 06.30 WIB. Kemudian jalur KA dilakukan uji coba dengan dua lokomotif dengan kecepatan 5 km/jam pada pukul 07.28 WIB, yang artinya jalur tersebut kini telah dapat dilewati dengan kecepatan terbatas.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
