Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 6 Januari 2024 | 02.30 WIB

Ini Sesar yang Baru Ditemukan Penyebab Gempa Sumedang Bermagnitudo 31 Desember Lalu, Simak Lokasinya

ATAP ROBOH: Rumah warga di Kelurahan Cipameungpeuk, Sumedang Selatan, rusak akibat gempa. - Image

ATAP ROBOH: Rumah warga di Kelurahan Cipameungpeuk, Sumedang Selatan, rusak akibat gempa.

JawaPos.com – Gempa yang mengguncang Kabupaten Sumedang, Jawa Barat pada Minggu (31/12) lalu sebanyak tiga kali dengan magnitudo 4,1, 3,4, dan 4,8 dan sekali pada Senin (1/1) dengan magnitudo 4,5 ditemukan sesar yang menyebabkan gempa tersebut.

Penyelidik Bumi Ahli Muda Pusat Survei Geologi Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Joko Wahyudino, melaporkan adanya temuan terbaru pada segmen Sesar Cipeles yang menyebabkan gempa Sumedang tersebut.

Mengutip Antara, ia menuturkan Sesar Cipeles muncul di permukaan, memotong lapisan tanah, dan meruntuhkan beberapa rumah. "Segmen Sesar Cipeles adalah sebuah sesar aktif yang kami temukan di lapangan," katanya Jumat (5/1).

Patahan Cipeles terletak di Sungai Cipeles dengan arah segmen patahan barat daya – timur laut relatif ke arah utara. Segmen patahan ini berada di ujung timur laut Sesar Cileunyi – Tanjungsari.

Pemotretan udara dan pengukuran lapangan juga dilakukan untuk mengidentifikasi struktur geologi akibat gempa pada bedrock atau batuan gabungan asli di bawah permukaan bumi dan batuan permukaan.

Para penyelidik kebumian berhasil menemukan beberapa bukti patahan berupa patahan tua maupun patahan muda yang terjadi akibat gempa.

Sementara itu, Penyelidik Bumi Ahli Muda Pusat Riset Geologi, Sukahar Eka Adi Saputra, menuturkan, pihaknya menginterpretasikan segmen patahan tersebut kembali aktif atau reaktivasi.

Secara umum berdasarkan peta geologi batuan di pusat gempa bumi ialah produk gunung api tua dan juga muda. Patahan Cipeles tersebut memotong batuan kuarter yang mengindikasikan sebagai sesar aktif.

"Di timur laut ada batuan tua yang umumnya batu lempung. Kami menemukan bukti bahwa sesar itu mengiri, sepanjang retakan ada beberapa rumah rusak," ucapnya.

Badan Geologi pun mengimbau masyarakat untuk meningkatkan upaya mitigasi dan penataan ruang di wilayah rawan bencana gempa bumi dan pemerintah untuk membuat aturan di tingkat daerah terkait mitigasi bencana gempa bumi. 

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore