
ATAP ROBOH: Rumah warga di Kelurahan Cipameungpeuk, Sumedang Selatan, rusak akibat gempa.
JawaPos.com – Gempa yang mengguncang Kabupaten Sumedang, Jawa Barat pada Minggu (31/12) lalu sebanyak tiga kali dengan magnitudo 4,1, 3,4, dan 4,8 dan sekali pada Senin (1/1) dengan magnitudo 4,5 ditemukan sesar yang menyebabkan gempa tersebut.
Penyelidik Bumi Ahli Muda Pusat Survei Geologi Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Joko Wahyudino, melaporkan adanya temuan terbaru pada segmen Sesar Cipeles yang menyebabkan gempa Sumedang tersebut.
Mengutip Antara, ia menuturkan Sesar Cipeles muncul di permukaan, memotong lapisan tanah, dan meruntuhkan beberapa rumah. "Segmen Sesar Cipeles adalah sebuah sesar aktif yang kami temukan di lapangan," katanya Jumat (5/1).
Patahan Cipeles terletak di Sungai Cipeles dengan arah segmen patahan barat daya – timur laut relatif ke arah utara. Segmen patahan ini berada di ujung timur laut Sesar Cileunyi – Tanjungsari.
Pemotretan udara dan pengukuran lapangan juga dilakukan untuk mengidentifikasi struktur geologi akibat gempa pada bedrock atau batuan gabungan asli di bawah permukaan bumi dan batuan permukaan.
Para penyelidik kebumian berhasil menemukan beberapa bukti patahan berupa patahan tua maupun patahan muda yang terjadi akibat gempa.
Sementara itu, Penyelidik Bumi Ahli Muda Pusat Riset Geologi, Sukahar Eka Adi Saputra, menuturkan, pihaknya menginterpretasikan segmen patahan tersebut kembali aktif atau reaktivasi.
Secara umum berdasarkan peta geologi batuan di pusat gempa bumi ialah produk gunung api tua dan juga muda. Patahan Cipeles tersebut memotong batuan kuarter yang mengindikasikan sebagai sesar aktif.
"Di timur laut ada batuan tua yang umumnya batu lempung. Kami menemukan bukti bahwa sesar itu mengiri, sepanjang retakan ada beberapa rumah rusak," ucapnya.
Badan Geologi pun mengimbau masyarakat untuk meningkatkan upaya mitigasi dan penataan ruang di wilayah rawan bencana gempa bumi dan pemerintah untuk membuat aturan di tingkat daerah terkait mitigasi bencana gempa bumi.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
