
Desa Panembangan di Kabupaten Banyumas, memiliki komoditas utama berupa Mina Padi dengan potensi lahan seluas 100 hektare.
JawaPos.com–Desa Panembangan di sebelah barat Ibu Kota Kabupaten Banyumas, mengalami pengembangan ekonomi melalui program Smart Fisheries Village (SFV). Program itu diakselerasi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), melibatkan Koperasi Mina Satya Panembangan sebagai tiang tengah. Program itu untuk meningkatkan skala ekonomi masyarakat desa melalui peningkatan produktivitas dan kualitas dalam sektor perikanan.
Desa Panembangan memiliki komoditas utama berupa Mina Padi dengan potensi lahan seluas 100 hektare. Potensi itu tidak terlepas dari struktur tanah subur dan ketersediaan air yang melimpah sepanjang tahun, didukung letak wilayah yang strategis di lereng Gunung Slamet. Selain ikan konsumsi, desa itu juga dikenal dengan budi daya ikan hias.
”Dengan potensi yang dimiliki, pemerintah pusat akan menggandeng pemerintah daerah serta keterlibatan masyarakat Panembangan, untuk meningkatkan skala ekonomi masyarakat desa melalui peningkatan produktivitas dan kualitas,” ungkap Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.
Koperasi Mina Satya Panembangan, yang saat ini memiliki 72 anggota mayoritas petani padi, pengolah, dan pembudi daya ikan, menjadi poros utama keterlibatan masyarakat dalam menjalankan program SFV. Dengan memfasilitasi usaha dari hulu hingga hilir melalui suntikan modal dari Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP) koperasi itu telah mampu memfasilitasi berbagai pelaku usaha perikanan.
Unit usaha di bawah koperasi terlibat dalam kegiatan jual beli hasil budi daya, olahan, serta dukungan keuangan. Saat ini, mereka juga sedang fokus mengembangkan desa wisata dengan melibatkan Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) dalam mengelola sektor wisata.
Sekretaris Koperasi Mina Satya Panembangan Agus Priyanto menyatakan, guna mendukung SFV, Koperasi Mina Satya Panembangan juga mengembangkan marketplace untuk menjual hasil perikanan. Dengan melibatkan 4 Poklahsar dan 5 pokdakan menjadi satu entitas, mereka berupaya mengoptimalkan potensi sumber daya lokal.
Salah satu produk unggulan olahan hasil perikanan di Desa Panembangan, Kabuaten Banyumas.
”Koperasi sebagai tiang tengah atau sering disebut sebagai soko guru perekonomian nasional. Ini berarti koperasi sebagai lembaga yang berperan sangat penting dalam perekonomian masyarakat,” tambah Agus.
Agus menambahkan, tujuan jangka panjang koperasi adalah meningkatkan pendapatan anggota dan kesejahteraan masyarakat desa melalui perikanan. Dengan potensinya dalam sektor perikanan dan komitmen dari Koperasi Mina Satya Panembangan, menunjukkan bahwa kolaborasi antara pemerintah, koperasi, dan masyarakat lokal diharapkan dapat terus menciptakan dampak positif dalam meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
