
Overkapasitas di rutan Surabaya. Humas Kemenkumham Jatim
JawaPos.com–Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan akan mulai menyiapkan hunian tetap atau huntap bagi pengungsi terdampak erupsi Gunung Semeru. Kepastian itu dilakukan setelah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (KLHK) menerbitkan Surat Keputusan atau SK terkait lahan huntap para pengungsi.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, tiap kali bertemu para pengungsi, selalu mendapat pertannyaan sama. Selalu yang mereka tanyakan adalah kepastian hunian.
”Alhamdulillah surat kepastian dari KLHK sudah keluar tadi malam (15/12),” tutur Khofifah ketika ditemui pasca menemani Wakil Presiden Ma'ruf Amin di Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya, Kamis (16/12).
Dalam SK tersebut, KLHK meminta Pemprov Jatim untuk menyiapkan lahan seluas 90,9 hektare di dua titik. Lahan itu disiapkan untuk huntara dan huntap.
”Dua daerah yang disiapkan itu ada di daerah Candipuro dan Pronojiwo,” ujar Khofifah.
Untuk penyiapan huntara dan huntap, Khofifah menyebut Pemprov Jatim sudah menyiapkan alat-alat berat di wilayah terdampak. Tidak hanya alat-alat berat milik pemprov, namun juga milik Kodam V Brawihaya, Polda Jatim, dan juga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
”Sehingga huntap dan huntara bisa segera dibangun. Huntara akan jadi satu kesatuan dengan bangunan induk atau huntap. Sehingga ketika huntap selesai, huntara bisa dijadikan tambahan kamar, dapur, dan seterusnya,” tutur Khofifah.
Dalam pembangunan huntap dan huntara bagi pengungsi, Khofifah menyebtu yang menarik adalah ide Bupati Lumajang Thoriqul Haq. Bupati membuat konsep smart village. Konsep itu disebut-sebut akan mengintegrasikan perekonomian dan pemukiman warga.
”Yang menarik, format dari Bupati Lumajang ini, karena untuk 2.000 hunian, disiapkan dengan konsep smart village. Ini akan terintegrasi dengan sektor ekonomi. Terutama peternakan kemudian ada permintaan juga dari bupati Lumajang untuk dapat area perhutanan sosial. Mudah-mudahan bisa memberikan ketenangan bagi pengungsi bahwa mereka sudah punya harapan yang jelas di mana hunian tetap akan diberikan kepada mereka mohon pengungsi tetap tenang dan tidak panik,” papar Khofifah.
Khofifah berharap hari ini (16/12) cuaca mendukung supaya alat berat bisa mulai bergerak dan mulai membangun huntap dan huntara. Sebab titik koordinat sudah ditentukan.
”Luasan area sudah ada. Jadi bisa dibangun dengan huntara. Ini terintegrasi dengan rencana huntap. huntara dulu, baru huntap. kalau huntap selesai, huntara akan menjadi satu kesatuan,” terang Khofifah.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
