Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 8 November 2021 | 19.05 WIB

Perki Banten Rilis Website Untuk Tangkal Hoaks di Bidang Kesehatan

Foto: Jumpa pers daring Perki Banten. (Screenshot). - Image

Foto: Jumpa pers daring Perki Banten. (Screenshot).

JawaPos.com - Berdasarkan data terbaru dari We Are Social, pengguna aktif media sosial (medsos) dilaporkan mencapai 170 juta orang. Jika dikalkulasi, angka tersebut setara jumlahnya dengan hampir setengah penduduk Indonesia.

Bayangkan, kalau dari sekian banyak pengguna media sosial itu, tak banyak yang sadar bahaya dan dampak buruk dari hoaks yang bertebaran di medsos tanpa bisa kita tanggulangi.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) juga mencatat, terdapat 1.854 isu hoaks Covid-19 pada 442 unggahan media sosial hingga Minggu 15 Agustus 2021. Kemkominfo juga mencatat terdapat 293 isu hoaks seputar vaksin virus corona pada 1997 unggahan di media sosial.

Resah akan isu tersebut, Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (Perki) Provinsi Banten dengan meluncurkan website dengan nama banten.perki.id, hasil kolaborasi dengan Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi) yang diharapkan dapat menjadi rujukan informasi akurat untuk menangkal hoaks di bidang kesehatan dan penyakit jantung.

Dr Roy Christian, SPJP(K), Ketua Perki Bantan, menjelaskan saat ini kalangan dokter spesialis jantung sudah banyak yang memanfaatkan ruang-ruang digital termasuk platform teknologi kesehatan. Maka itu, PERKI Banten memilih berkolaborasi dengan berbagai pihak sebanyak mungkin termasuk dengan Pandi.

"Kami merilis website baru banten.perki.id bersama Pandi supaya makin dikenal oleh publik sekaligus membagi informasi yang benar dan tepat tentang penyakit jantung yang masih menjadi salah satu penyebab tertinggi kematian di Indonesia," ujar dr Roy saat jumpa pers daring The 20th Annual Progress in Cardiovascular Disease (APiCD) 2021 belum lama ini.

Dia melanjutkan, kolaborasi dengan banyak pihak termasuk pemanfaatan ruang digital seperti website dilakukan sebagai salah satu upaya edukasi kepada masyarakat tentang penyakit jantung, sekaligus upaya peningkatkan skill perawat dan tenaga kesehatan seperti dokter umum supaya bisa mengenali dengan cepat penyakit jatung. Apalagi sekarang banyak kasus penyakit jantung di kalangan usia muda sekitar 20 tahun, yang jarang terjadi sebelumnya.

Lewat website yang baru dirilis ini, lanjut dia, pihaknya akan banyak membagikan informasi dan fakta-fakta mengenai penyakit jantung. Selain itu, Perki juga akan berkolaborasi dengan komunitas-komunitas kesehatan untuk memberikan informasi dan pelatihan soal standar bantuan hidup dasar di masyarakat. Misalnya bagaimana ketersediaan dan pemanfaatan alat pacu jantung di rumah-rumah.

"Website kami juga akan menginformasikan mitos dan fakta penyakit jantung sehingga masyarakat tidak salah kaprah," tandasnya.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore