
Foto: Jumpa pers daring Perki Banten. (Screenshot).
JawaPos.com - Berdasarkan data terbaru dari We Are Social, pengguna aktif media sosial (medsos) dilaporkan mencapai 170 juta orang. Jika dikalkulasi, angka tersebut setara jumlahnya dengan hampir setengah penduduk Indonesia.
Bayangkan, kalau dari sekian banyak pengguna media sosial itu, tak banyak yang sadar bahaya dan dampak buruk dari hoaks yang bertebaran di medsos tanpa bisa kita tanggulangi.
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) juga mencatat, terdapat 1.854 isu hoaks Covid-19 pada 442 unggahan media sosial hingga Minggu 15 Agustus 2021. Kemkominfo juga mencatat terdapat 293 isu hoaks seputar vaksin virus corona pada 1997 unggahan di media sosial.
Resah akan isu tersebut, Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (Perki) Provinsi Banten dengan meluncurkan website dengan nama banten.perki.id, hasil kolaborasi dengan Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi) yang diharapkan dapat menjadi rujukan informasi akurat untuk menangkal hoaks di bidang kesehatan dan penyakit jantung.
Dr Roy Christian, SPJP(K), Ketua Perki Bantan, menjelaskan saat ini kalangan dokter spesialis jantung sudah banyak yang memanfaatkan ruang-ruang digital termasuk platform teknologi kesehatan. Maka itu, PERKI Banten memilih berkolaborasi dengan berbagai pihak sebanyak mungkin termasuk dengan Pandi.
"Kami merilis website baru banten.perki.id bersama Pandi supaya makin dikenal oleh publik sekaligus membagi informasi yang benar dan tepat tentang penyakit jantung yang masih menjadi salah satu penyebab tertinggi kematian di Indonesia," ujar dr Roy saat jumpa pers daring The 20th Annual Progress in Cardiovascular Disease (APiCD) 2021 belum lama ini.
Dia melanjutkan, kolaborasi dengan banyak pihak termasuk pemanfaatan ruang digital seperti website dilakukan sebagai salah satu upaya edukasi kepada masyarakat tentang penyakit jantung, sekaligus upaya peningkatkan skill perawat dan tenaga kesehatan seperti dokter umum supaya bisa mengenali dengan cepat penyakit jatung. Apalagi sekarang banyak kasus penyakit jantung di kalangan usia muda sekitar 20 tahun, yang jarang terjadi sebelumnya.
Lewat website yang baru dirilis ini, lanjut dia, pihaknya akan banyak membagikan informasi dan fakta-fakta mengenai penyakit jantung. Selain itu, Perki juga akan berkolaborasi dengan komunitas-komunitas kesehatan untuk memberikan informasi dan pelatihan soal standar bantuan hidup dasar di masyarakat. Misalnya bagaimana ketersediaan dan pemanfaatan alat pacu jantung di rumah-rumah.
"Website kami juga akan menginformasikan mitos dan fakta penyakit jantung sehingga masyarakat tidak salah kaprah," tandasnya.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
