Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 3 November 2021 | 18.59 WIB

Ridwan Kamil Sebut Air Sungai Citarum Bisa Dipakai Budi Daya Ikan

Sungai Citarum. Humas Pemprov Jabar/Antara - Image

Sungai Citarum. Humas Pemprov Jabar/Antara

JawaPos.com–Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, air Sungai Citarum sudah bisa digunakan untuk membudidayakan ikan air tawar dan mengairi tanaman. Sebab, tingkat pencemarannya sudah turun dan mutunya sudah membaik.

Ridwan Kamil menyatakan, target awal program pemulihan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum adalah menurunkan tingkat pencemaran menjadi cemar sedang. Namun, sekarang air sungai itu sudah tergolong tercemar ringan.

Dalam acara dialog di konferensi iklim di Glasgow, Skotlandia, Gubernur Jawa Barat memaparkan upaya pemerintah memulihkan kondisi DAS Citarum melalui Program Citarum Harum. Komandan Satuan Tugas Citarum Harum itu menjelaskan, hasil pengukuran kualitas air pada 2018 menunjukkan bahwa Sungai Citarum dalam kondisi tercemar berat dengan Indeks Kualitas Air (IKA) 33,43 poin.

”Namun kualitas air Sungai Citarum sejak 2020 terus membaik berkat berbagai upaya pemulihan yang dijalankan dan kini air sungai itu sudah masuk kategori cemar ringan dengan IKA 55 poin,”​​ kata Ridwan Kamil dikutip dalam siaran pers Humas Pemerintah Provinsi Jawa Barat seperti dilansir dari Antara, Rabu (3/11).

Gubernur mengatakan, upaya pemulihan DAS Citarum yang telah dilakukan antara lain penghijauan 26.231,24 hektare lahan kritis di sepanjang daerah aliran sungai. Luas lahan kritis yang sudah dihijaukan melampaui target penghijauan pada 2021 seluas 15.516,99 hektare.

Pemerintah menargetkan pada 2025 luas lahan yang dihijaukan kembali di sepanjang DAS Citarum mencapai 80.174,99 hektare. Upaya pemulihan DAS Citarum juga mencakup pengelolaan sampah hingga 2.700 ton per hari dan penanganan 33.868 unit keramba jaring apung.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat Prima Mayaningtyas menyebutkan, beberapa parameter menunjukkan pencemaran limbah industri di DAS Citarum sudah turun signifikan pada 2020. ”COD (Chemical Oxygen Demand) tahun ini jauh menurun, nilainya sudah tidak jauh berbeda dari standar baku mutu,” terang Prima Mayaningtyas.

Dia menambahkan, cemaran limbah domestik di Sungai Citarum juga menurun dari 2019 sampai 2020. Dalam dua tahun terakhir, menurut dia, sampah yang masuk ke Sungai Citarum juga berkurang sampai 42 persen.

Sungai Citarum yang panjangnya sekitar 270 kilometer merupakan sumber air bagi 18 juta warga di 13 kabupaten dan kota di Jawa Barat. Satuan Tugas Citarum Harum menargetkan air Sungai Citarum mutunya bisa meningkat dengan IKA sebesar 60 poin pada akhir periode perencanaan 2025.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore