
Pj Ketua TP PKK Sumsel Tyas Fatoni bagikan bantuan makanan tambahan kepada balita dan ibu hamil di Kabupaten Ogan ilir untuk percepatan penurunan angka stunting.
JawaPos.com–Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan berkomitmen untuk mempercepat penurunan angka stunting di wilayah Provinsi Sumatera Selatan. Penjabat (Pj) Ketua Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Sumsel Tyas Fatoni membagikan bantuan makanan tambahan kepada balita dan ibu hamil di Kabupaten Ogan ilir sebagai salah satu langkah percepatan penurunan angka stunting.
”Stunting menjadi perhatian kita semua di seluruh Indonesia,” ucap Tyas di Desa Pelabuhan Dalam Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir.
Pembagian makanan tersebut berupa biskuit, susu, telur, dan beras, bagi balita dan ibu hamil. Menurut dia, stunting dapat dicegah jauh sebelum seorang perempuan mengandung kehamilan. Saat seseorang menikah, baik suami dan istri harus mempunyai persiapan yang matang saat ingin memiliki buah hati.
”Stunting bisa dicegah tak hanya sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Namun ketika pasutri menikah, baik ayah ataupun ibu bisa mempersiapkan diri sedari awal, yaitu dengan menjaga kesehatan tubuh masing-masing,” ujar Tyas Fatoni.
Tyas meminta sosialisasi pencegahan stunting digencarkan kepada masyarakat. Salah satunya harus dilakukan PKK. Sebab, PKK memiliki tanggung jawab untuk mendukung dan menyukseskan program pemerintah.
TP PKK lanjut dia, juga mengajak masyarakat melakukan gerakan tanam sayuran secara mandiri memanfaatkan pekarangan rumah. Hal itu dilakukan sebagai salah satu upaya mencegah stunting, sekaligus turut membantu pemerintah menangani inflasi.
Tyas juga mengingatkan para ibu untuk melakukan pencegahan stunting, agar ke depan anak-anak dapat menjadi generasi penerus yang tangguh dan berkualitas.
Ketua TP PKK Kabupaten Ogan Ilir Tikha Alamsyah Panca Wijaya mengapresiasi bantuan dan kepedulian yang diberikan Pj TP PKK Sumsel Tyas Fatoni. Dia menjelaskan, jumlah stunting di wilayahnya pada November 2023 sebanyak 24 orang, dengan risiko stunting 10 orang, dan ibu hamil dengan kekurangan energi kronis sebanyak 3 orang.
Dia menyebut, TP PKK Ogan Ilir telah melakukan identifikasi masalah stunting di desa Pelabuhan Dalam. Sebab, daerah itu memiliki sanitasi dan air bersih yang kurang, pemanfaatan lahan pekarangan kurang karena daerah perairan, serta faktor ekonomi dan keluarga.
”Untuk mengatasi permasalahan ini, PKK Ogan Ilir sudah melakukan intervensi dengan pemberian menu dahsyat (sempol ikan patin), konseling lingkungan, pendampingan dari Puskesmas dan KB. Untuk balita stunting dilakukan pemeriksaan kesehatan ulang, pendampingan dari Ketua TP PKK desa dan bidan desa, para kader dan menganggarkan dana desa terkait stunting,” beber Tikha.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
