
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menyampaikan keterangan terkait dengan target menurunkan angka stunting jelang peringatan Hari Anak Nasional 2026. (Pemkot Tangsel)
JawaPos.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) terus berusaha mengejar target untuk menurunkan angka stunting. Menjelang peringatan Hari Anak Nasional pada 23 Juli mendatang, kader-kader posyandu didorong untuk lebih aktif bergerak sampai masuk gang sempit.
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menegaskan komitmen tersebut. Senin (22/6) dia memerintahkan seluruh jajarannya di organisasi perangkat daerah (OPD), kader kesehatan, dan layanan kesehatan berbasis masyarakat menguatkan kolaborasi sebagai bagian dari langkah strategis mengejar target tersebut.
Tidak hanya sesaat, Benyamin ingin komitmen tersebut jangka panjang. Dia menekankan bahwa penanggulangan stunting menjadi salah satu prioritas. Itu sejalan dengan program yang dilaksanakan oleh Pemerintah Pusat (Pusat) di bawah kendali Presiden Prabowo Subianto.
”Hari Anak Nasional ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi apa saja yang sudah kita kerjakan, apa yang perlu ditingkatkan, dan apa yang harus dipertahankan,” kata Benyamin dikutip dari keterangan resmi.
Benyamin menyampaikan penegasan itu usai memberikan apresiasi kepada kader kesehatan dan petugas Ngider Sehat. Dia menyebut, penghargaan diberikan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan menuju Hari Anak Nasional. Di hadapan ratusan kader, dia menekankan momen itu bukan sekedar agenda seremonial.
Menurut orang nomor satu di Tangsel tersebut, Hari Anak Nasional adalah momentum krusial untuk merefleksikan diri dan mengevaluasi efektivitas program kesehatan yang telah berjalan. Dia pun menekankan 2 pilar penting yang sangat penting.
”Ada 2 pilar penting, yakni Ngider Sehat Premium dan kader kesehatan Posyandu, yang selama ini menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam meningkatkan berbagai indikator kesehatan masyarakat,” imbuhnya.
Dalam implementasi di lapangan, Benyamin tidak ingin program tersebut hanya menjadi slogan di atas kertas. Karena itu, dia mendorong Tim Ngider Sehat Premium bersama kader Posyandu untuk bergerak lebih masif hingga masuk ke gang-gang sempit dan menyisir kawasan permukiman warga.
Dia ingin, kedua pilar tersebut melakukan pendampingan ketat dan identifikasi dini terhadap potensi kasus gizi buruk dan stunting. Kepada para kader, dia meminta interaksi langsung di lapangan fokus pada pemenuhan hak-hak dasar anak, khususnya pada aspek kesehatan dan pemenuhan gizi seimbang dalam 1.000 hari pertama.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
