
Petugas PLN saat mengecek kesiapan pasokan listrik untuk gelaran Piala Dunia U-17 2023.
JawaPos.com–General Manager PT PLN Unit Induk Distribusi Wilayah Sulawesi Selatan Tenggara dan Barat (Sulselrabar) Moch Andy Adchaminoerdin menjelaskan alasan pemadaman bergilir di sejumlah wilayah selama dua bulan terakhir.
”Kalau pemadaman terjadi karena kebutuhan itu lebih banyak daripada kekuatan kita. Jadi demand (keinginan konsumen) lebih besar dari pada daya tampung pasok,” ujar Moch Andy Adchaminoerdin seperti dilansir dari Antara di Makassar.
Menurut dia, daya tampung pasok berkurang karena ada pemain kordit besar yang di kelola PLN, baik itu milik PLN sendiri maupun milik pembangkit swasta atau Mobile Power Plant (MPP) yang tidak bisa berjalan maksimal. Selain itu MPP yang paling besar yakni Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Poso Energy milik PT Kalla yang mempunyai 515 Mega Watt (MW) juga tidak mampu memasok dan hanya dapat menyuplai 200 MW. Bahkan kalau pun dimaksimalkan, air yang ditampung akan habis.
”Kalau dimaksimalkan, mereka akan habis airnya dan bisa terjadi blackout (pemadaman total), ini lebih parah. Sehingga yang dilakukan PLN untuk meningkatkan manajemen adalah pembuat peraturan (pemadaman bergilir),” tutur Moch Andy Adchaminoerdin.
Selain itu, PLN juga melakukan upaya-upaya seperti normalisasi pembangkit yang ada, penambah pembangkit yang sifatnya cepat masuk. Hal itu dilakukan untuk sementara waktu sembari menunggu proyek di bawah PLN termasuk RBT dapat masuk setelah kondisi normal.
Andy menyebutkan, saat ini, penggunaan beban puncak normalnya mencapai 1.800 MW. Kalau kondisi PLN normal sebelumnya mampu memasok 2.300 MW. Sedangkan kondisi sekarang dari PLTA milik PLN sudah kehilangan kurang dari 650 MW.
”Saat ini di maksimalkan pembangkit yang ada itu, alhamdulillah sampai dengan hari ini kita tidak terjadi padam total, namun yang kita bisa lakukan adalah manajemen perubahan antara 200 MW sampai 250 MW, yah diaturlah pokoknya agar tidak terjadi pemadaman total,” terang Moch Andy Adchaminoerdin.
Saat ditanyakan sampai kapan pemadaman bergilir dilakukan, dia menyatakan, meminta dukungan dan doa masyarakat agar semuanya bisa teratasi. Sebab, bila hanya mengandalkan dari air mungkin ke depan akan susah.
”Jadi kita lagi melakukan relokasi-relokasi mesin masuk ke Sulsel. Ini nanti pasokan akan masuk di Desember sebesar 50 Megawatt. Harapannya, di situ sudah mulai pulihlah begitu. Namun Kami memohon doa restunya, kalau hujan turun deras di daerah Poso, di sana karena debit air di sana bisa memenuhi waduk, secepat mungkin bisa normal,” ucap Moch Andy Adchaminoerdin.
Terkait pemberian kompensasi dampak pemadaman bergilir, telah diatur dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 13 Tahun 2021. Hal itu sudah dijalankan PLN. Regulasi untuk tarif adjustment adalah 35 persen dari rekening minimum dan kalau non tarif adjustment sebesar 20 persen dari rekening minimum.
”Untuk kompensasi tersebut, dibayarkan pada Oktober Rp 39 miliar lebih. Untuk November masih dihitung berapa akumulasi kompensasi dibayarkan,” papar Moch Andy Adchaminoerdin.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Voli Indonesia Berduka, Mantan Pemain Jakarta Pertamina Enduro Meninggal Dunia
Update Kondisi Alex Martins! Dibawa ke Rumah Sakit, Pelatih Persebaya Surabaya Tunggu Kabar Terbaru
Iran Buka Suara usai Pidato Prabowo, Tegaskan Tak Pernah dan Tak Akan Miliki Senjata Nuklir
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Gratis di YouTube! Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026
Pelapor Diintimidasi Pihak Malik Bawazier Usai Laporkan Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026: Momentum Garuda Kunci Tiket Semifinal!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Eks Wakil Kepala PPATK: Ada Pola 'Placement' untuk Hilangkan Jejak di Kasus Korupsi dan TPPU Febrie
5 Arti Burung Perkutut Bunyi di Malam Hari, Mitos atau Pertanda Gaib? Simak Maknanya Berikut
