
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menghadiri kegiatan Wisuda Prabhatar Akademi TNI dan Akademi Kepolisian.
JawaPos.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menghadiri kegiatan Wisuda Prabhatar Akademi TNI dan Akademi Kepolisian di Lapangan Sapta Marga Akmil, Magelang, Jawa Tengah, Selasa (28/11).
Dalam amanatnya, Sigit menegaskan bahwa, pendidikan bersama ini merupakan komitmen terwujudnya sinergisitas dan soliditas seluruh personel TNI-Polri yang ditanamkan sejak dini atau masa pendidikan.
"Pendidikan bersama ini juga merupakan wujud komitmen TNI-Polri untuk menjalin sinergisitas dan soliditas sejak dini," kata Sigit dalam amanatnya dihadapan personel TNI-Polri.
Sinergisitas dan soliditas, kata Sigit merupakan modal penting untuk seluruh jajaran TNI-Polri dalam menjalankan tugasnya kedepan. Terutama, menjaga persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia.
"Hal ini penting karena TNI-Polri merupakan garda terdepan dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI," ujar Sigit.
Menurut Sigit, sinergisitas dan soliditas TNI-Polri harus terus diperkuat atau diperkokoh guna menyelesaikan berbagai permasalahan bangsa.
Dalam kesempatan itu, Sigit menyampaikan pesan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Yakni, TNI dan Polri harus terus meningkatkan sinergisitas, meningkatkan komunikasi dan interaksi, sering bekerja sama untuk memecahkan masalah-masalah bersama.
"Saya berharap pendidikan dasar integrasi kemitraan ini mampu menjadi perekat ikatan emosional diantara para taruna, sehingga dapat terus bersinergi dan menjadi teladan bagi masyarakat dalam mempererat kebhinekaan," ucap Sigit.
Lebih dalam, Sigit menekankan, menjadi personel TNI-Polri harus selalu siap menghadapi segala bentuk tantangan tugas yang kadang tidak mudah. Diantaranya, ketidakpastian global, disrupsi teknologi dan kondisi geopolitik yang bisa berdampak terhadap keamanan dalam negeri.
Selain itu, Sigit mengungkapkan, seluruh personel harus bisa memanfaatkan bonus demografi yang dihadapi Bangsa Indonesia di tahun 2030 hingga 2035. Hal itu harus dijadikan peluang untuk mewujudkan sumber daya manusia yang unggul.
"Oleh karena itu, bekali diri dengan ilmu pengetahuan dan kemampuan teknologi yang relevan dengan perkembangan zaman, serta tingkatkan kemampuan berbahasa asing, agar para taruna dapat menembus batas hingga ke dunia internasional," tutur Sigit.
Sigit menegaskan, personel TNI-Polri juga harus membiasakan diri untuk berbuat baik agar dapat menjadi pemimpin yang memiliki karakter kepribadian luhur dan mampu memberi keteladanan.
"Jika hal tersebut berhasil dilalui dengan baik, kami yakin suatu hari nanti ada di antara para taruna yang akan berdiri seperti kami saat ini, melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan," papar Sigit.
Tak lupa, Sigit menekankan, sinergisitas dan soliditas TNI-Polri juga akan menjadi modal utama untuk menjawab segala bentuk tantangan bangsa demi mewujudkan visi Indonesia Emas tahun 2045.

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Tak Singgung Pengunduran Diri, Ini 6 Poin Pernyataan Jampidsus Febrie Adriansyah Usai Rumahnya Digeledah Polisi
Prediksi Skor Prancis vs Maroko: Bandar Taruhan Klaim Les Bleus Menang 90 Menit, Opta Beri Peluang Pasti 60,9 Persen
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
