
Mendagri Tito Karnavian (tengah) bersama Director and Chief Regulatory Officer PT. Indosat Ooredoo Danny Buldansyah (kanan) dan Pj. Bupati Sumedang Herman Suryatman.
JawaPos.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengapresiasi kepada Pemda Kabupaten Sumedang atas inovasi sistem monitoring ibu hamil berbasis digital. Program monitoring itu diberi julukan SINURMI (Sistem Informasi Monitoring Kesehatan Remaja Putri dan Ibu Hamil).
Dikatakan Mendagri, inovasi SINURMI merupakan terobosan dengan memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT) berupa Smartwatch. Itu sangat membantu pemerintah dan harus dimanfaatkan secara optimal untuk memantau kondisi kesehatan ibu hamil yang merupakan faktor utama dalam pencegahan stunting.
"Saya apresiasi dan hargai semua pihak, baik Pemda Kabupaten Sumedang maupun Indosat, lembaga pendidikan dan seluruh masyarakat Sumedang yang telah mengembangkan inovasi SINURMI. Stunting ini harus ditangani secara gotong royong," ujar Tito di Kantor Kemendagri, Jakarta, Selasa (28/11).
Mendagri Tito Kanavian menyampaikan, masalah stunting menjadi perhatian khusus pemerintah. Mencegah stunting, kata Mendagri, harus dilakukan sejak seribu hari pertama kehidupan anak. Itu artinya ibu hamil harus dimonitor kesehatannya dan diperhatikan kecukupan gizinya sejak awal kehamilan, karena akan menentukan tumbuh kembang anak selanjutnya.
"Masa seribu hari pertama kehidupan merupakan masa yang penting untuk pertumbuhan anak. Salah satunya harus tahu siapa saja ibu hamil dan anak-anak di bawah umur dua tahun yang diperkirakan kurang gizi," katanya.
Pada kesempatan tersebut, Pemda Kabupaten Sumedang mendapat bantuan 1.000 unit Smartwatch dari Indosat. Diserahkan oleh Director and Chief Regulatory Officer PT. Indosat Ooredoo Danny Buldansyah kepada Pj. Bupati Sumedang Herman Suryatman.
Pj. Bupati Sumedang Herman Suryatman mengatakan, aplikasi SINURMI merupakan aplikasi sederhana untuk monitoring kondisi ibu hamil secara digital, sehingga bisa diketahui kondisi kesehatannya setiap waktu dan dimanapun ibu hamil berada secara cepat.
"Kami bisa mendeteksi kondisi kesehatan ibu hamil secara real time. Baik tekanan darah, detak jantung, saturasi, jumlah langkah, maupun lokasi ibu hamil. Hingga apabila ada ibu hamil yang terindikasi terganggu kesehatannya, Kami langsung turunkan petugas kesehatan untuk melakukan intervensi," katanya.
Dijelaskan Bupati Herman, jumlah ibu hamil di Kabupaten Sumedang sebanyak 6.362 orang, tersebar di 277 desa/kelurahan se-Kabupaten Sumedang. Dari jumlah tersebut, ibu hami yang berisiko tinggi sebanyak 1.643 orang.
"Hari ini kami menerima bantuan 1.000 Smartwatch dari PT. Indosat. Insya Allah 643 Smart Watch akan ditambahkan. Target Kami, tahun 2023 ini semua ibu hamil yang berisiko tinggi akan diberi Smartwatch SINURMI," pungkas Herman.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
